Jakarta, Beritasatu.com – Dalam rangka Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2024, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) kembali mengadakan pameran yang biasanya diadakan setiap tahun di Pusat Perbelanjaan Kota Kasablanca, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 2-6 Oktober 2024 dan melibatkan banyak pelaku industri batik Tanah Air.

Read More : Mata Uang Asia Menguat, Rupiah Tertekan pada Awal Perdagangan Rabu 17 April 2024

“Perayaan Hari Batik Nasional tahun ini diberi nama Batik Pride untuk mendorong para perajin, pengusaha batik dan masyarakat umum agar semakin banyak membeli, menggunakan dan memasyarakatkan batik dimanapun dan kapanpun dalam aktivitas apapun,” kata CEO IKMA Reni Yanita. di Jakarta, Kamis (26 September 2024).  

Menurut Renia, dari sekian banyak peserta IKM yang mendaftar, setidaknya ada 24 peserta Pameran IKM Batik yang telah diseleksi oleh Presiden IKMA dan mampu menampilkan produk terbaiknya.

Direktorat Jenderal IKMA menyediakan stand pameran gratis kepada para atlet IKM terpilih yang diterima sejak awal September sebagai bagian dari promosi atlet IKM dan produk batik.

“Juga ada dua pengusaha batik baru di IKM didukung oleh para penggiat masyarakat yang turut meramaikan pameran ini. “Peserta terpilih mewakili sembilan provinsi di Indonesia,” kata Reni.

Sebagai bagian dari rangkaian acara dalam rangka Hari Batik Nasional tahun 2024, Dirjen IKMA juga melakukan kegiatan pendampingan dalam proses permohonan perlindungan Indikasi Geografis (IG) tenun tangan batik Gedhog Tuban.

Batik tenun Gedhog Tuban juga ditetapkan sebagai ikon Hari Batik Nasional tahun 2024. Batik Gedhog Tuban dianggap sebagai warisan budaya bersama dan mewakili akulturasi budaya masyarakat pesisir Tuban dengan budaya Tionghoa yang bercirikan burung Phoenix. motif.

Read More : Megahnya Venue Debat Ketiga Pilgub Jakarta 2024 yang Digelar Malam Ini

Proses produksi batiknya masih menggunakan alat tenun gedog sederhana yaitu menggunakan benang katun sebagai bahan baku pintal kapas.

Khusus dalam rangka Hari Batik Nasional 2024, para pecinta batik dan masyarakat luas dapat mengikuti peragaan busana, sosialisasi dan talkshow TK mengenai integrasi batik berkelanjutan serta peluncuran buku “Batik Berkelanjutan: Rantai Pasokan Industri 4.0 “. seperti berbelanja di bazaar dengan produk batik asli daerah hasil karya 45 pemain kecil dan menengah.

Puncak acara juga akan dilaksanakan “Batik Fun Run and Walk” pada Minggu, 6 Oktober 2024 yang bertujuan untuk mengembangkan, memasyarakatkan dan melestarikan produk batik bagi masyarakat luas.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *