JAKARTA, Beritasatu.com – Aktivitas pabrik China melemah pada Mei 2024 akibat melambatnya pesanan ekspor, menurut survei resmi pada Jumat (31/5/2024).

Read More : Xi Jinping Telepon Prabowo Janji Perkuat Kemitraan Strategis

Saham-saham yang terkait dengan teknologi mengalami penurunan terbesar pada hari Kamis setelah Nvidia, yang menjadi favorit pasar karena boomingnya teknologi kecerdasan buatan, turun 3,8% pada hari Kamis.

Pasar Eropa sedikit lebih tinggi. Indeks CAC 40 di Paris meningkat 0,1 persen menjadi 7.986,65 poin. FTSE 100 naik 0,4% menjadi 8,259.68, sedangkan indeks DAX Jerman stabil di sekitar 18,500.20.

Pada perdagangan Asia, indeks Nikkei Tokyo naik 225% menjadi 38.487,90, naik 1,1%. Saham-saham Tiongkok melemah pada sore hari setelah laporan terbaru terus membebani perekonomian, yang telah terpukul oleh krisis berkepanjangan di sektor real estate.

Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,8 persen menjadi 18.079,61 poin, dan indeks Shanghai Composite turun 0,2 persen menjadi 3.081,81 poin.

Indeks S&P/ASX Australia naik 1% menjadi 7,701.70, sedangkan indeks Kospi di Seoul tetap datar di 26,656.52.

Read More : Super Indo Raih Sertifikasi Halal, Perkuat Komitmen terhadap Kualitas dan Kepercayaan Pelanggan

Saham pembuat chip komputer Taiwan Semiconductor Manufacturing Inc turun 2 persen, menyusul penurunan perusahaan teknologi besar lainnya, sementara Taiex Taiwan turun 0,9 persen.

Sementara indeks utama di Wall Street melemah pada Kamis (30/5/2024). Indeks S&P 500 turun 0,6 persen menjadi 52.355,48 poin. Indeks Dow Jones turun 0,9 persen menjadi 38.111,48 poin, dan indeks Nasdaq Composite turun 1,1 persen menjadi 16.737,08 poin.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *