Jakarta, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan bursa pada Jumat (3/5/2024). Hal ini mengakibatkan investor asing meraup keuntungan sebesar Rp 2,59 triliun di pasar dalam negeri. Aksi jual terjadi karena laporan keuangan saham-saham bank besar tersebut tidak sesuai ekspektasi.

Read More : Indonesia-Singapore Leaders Retreat 2024 Tandatangani Kesepakatan Investasi dan Pertahanan

IHSG hari ini bergerak pada kisaran terbatas 7.069-7.186. Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (2/5/2024), IHSG melemah 116,7 poin atau 1,61% hingga menetap di 7.117.

Selain itu, sentimen lain yang mempengaruhi IHSG, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan sebesar 3% pada April 2024.

Pakar keuangan Ajab Securities Rath Mastikoningsi mengatakan tingkat inflasi lebih rendah sebesar 3,05% dibandingkan bulan sebelumnya.

Kenaikan inflasi pada April 2024 akan dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok sandang dan alas kaki. Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi sebesar 1,5% – 3,5% pada tahun 2024. Seperti pepatah. Jumat (3/5/2024).

Di sisi lain, Wall Street menguat di luar negeri karena The Fed mengumumkan tidak akan ada kenaikan suku bunga.

Read More : Laba RAJA Naik Puluhan Persen TembusRp 243 Miliar

Selain itu, laporan keuangan emiten, khususnya emiten sektor teknologi, yang lebih baik dari perkiraan juga turut menambah momentum pasar.

Akhir pekan ini, pelaku pasar mencermati rilis data tenaga kerja AS seperti non-farm payrolls dan tingkat pengangguran.

Dari Asia, indeks PMI manufaktur Caixin China bulan April 2024 secara luas sebesar 51,4 dan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 51,1. Aktivitas industri meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dan jumlah pesanan baru.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *