Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) semakin menggencarkan upaya penimbangan, pengukuran, dan pemberian makan balita secara bersama-sama di Posiandu seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk menurunkan angka stunting di Tanah Air.
Read More : 9 Media Ramaikan Turnamen Tenis Meja Piala Karni Ilyas 2025
Budino Subambang, Pj Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Perkembangan Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan tingkat menteri dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Langkah pengelolaan program penurunan stunting juga dilakukan pada masa transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden terpilih Prabowo Subianto.
“Menteri Koordinator PMK meminta seluruh kementerian/lembaga, khususnya yang terdepan khususnya Kementerian Kesehatan, untuk melaksanakan penimbangan dan pengukuran balita secara serentak mulai bulan Juni 2024 di seluruh Indonesia. Pemerintah memperkirakan program tersebut masih bersifat sementara. on track, sehingga kementerian dan lembaga “tetap optimis untuk mempertahankan penurunan angka stunting,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/5/2024).
Selain itu, pengkajian kolektif juga bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan gizi masyarakat secara dini. Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil langkah cepat untuk mengatasi masalah gizi pada balita.
“Dengan menimbang dan mengukur anak, kita bisa mendeteksi sejak dini masalah gizinya. Jadi, dengan menimbang timbangan, kita bisa menduga kalau masalahnya gizinya. Kurang makan, kurang makan, kurang perhatian, dan sebagainya,” jelas Budino.
Intervensi simultan ini juga akan melibatkan pemerintah daerah, kader Posiandu, dan Tim Percepatan Penurunan Stunting untuk menentukan jenis intervensi yang diperlukan.
“Jadi kita tidak sekedar mengukur, tapi kita juga memberikan penjelasan dan memperbaiki intervensinya, kalau intervensi asupannya diperbaiki, intervensi kebersihan lingkungannya, atau kalau rumahnya kurang, perlu diperbaiki,” ujarnya.
Pemerintah kini telah sepakat bahwa tim tersebut optimis dalam mempercepat penurunan stunting berdasarkan keberhasilan di masa lalu. Masalahnya, banyak daerah yang mengalami penurunan signifikan.
Read More : Perajin Beduk di Pinang Tangerang Banjir Pesanan Jelang Ramadan 2025
Misalnya di Provinsi Jawa Timur di Bondowoso hingga 15 persen, Kalimantan Utara di Nunukan hingga 14,7 dan di Sulawesi Tengah, Tojo Una-una hingga 10 persen (penurunan angka stunting) tanya Pak Wapres Ma’ruf. Ami. Intervensi apa dengan melakukan kajian Stunting kita akan menurunkan angkanya,” jelas Budino.
Menurut Budyono, Kemenko PMK juga memastikan cakupan target pengukuran stunting minimal 90 persen. Pasalnya, saat ini masih banyak daerah yang belum banyak menerapkan pengukuran antropometri.
Menurut Budino, menjelang era baru pemerintahan di bawah presiden terpilih, masih perlu adanya integrasi dan koordinasi kebijakan antar kementerian dan lembaga terkait.
“Melalui koordinasi dan kerja sama, saya yakin berbagai kendala dapat kita atasi dan membawa perubahan nyata dalam pelaksanaan program pemerintah yang ditargetkan di bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK),” tutupnya.