Jakarta, Beritasatu.com – Gaikindo Indonesia International Motor Show (GIIAS) 2024 tak hanya sarat dengan kendaraan dan teknologi terkini. Setiap pabrikan juga menampilkan petugas atau model yang bersedia memberikan informasi mengenai kendaraannya.

Read More : Istri Andrew Andika Bongkar Suaminya Selingkuh

Berbeda dengan peran Sales Facilitator (SPG), petugas tidak berperan besar dalam menawarkan atau menjual mobil. Meski demikian, mereka tetap harus memiliki pengetahuan tentang merek, jenis mobil, dan teknologi terkini.

Bukan hal yang aneh jika seorang penjaga gawang berperan sebagai simbol ikonik dari merek apapun. Misalnya saja mengenakan kostum khusus yang disesuaikan dengan strategi pemasaran dan identitas merek.

“Ada kiper ikonik yang kami kenakan dengan kostum robot. Ini menggambarkan AION atau kecerdasan buatan yang selalu aktif. “Jadi menggambarkan teknologi dan masa depan,” kata Valdo, salah satu staf AION yang berperan dalam menyeleksi dan memilih mitra, Minggu (21/7/2024) saat ditemui Beritasatu.com.

Ia tak memungkiri, para steward harus menjalani proses seleksi yang ketat mulai dari tinggi badan, kemampuan komunikasi publik hingga penampilan dan kelayakan berpakaian sebelum menandatangani kontrak untuk tampil di ajang GIIAS 2024.

AION sendiri beranggotakan 12 doormen yang mempunyai latar belakang sebagai model periklanan. Dari jumlah tersebut, 10 orang mendampingi kendaraan dan mengarahkan pengunjung selama pameran berlangsung, sedangkan dua orang bertugas sebagai cadangan jika rekannya berhalangan hadir.

Latar belakang dan pengalaman masing-masing peserta ajang GIIAS 2024 juga cukup beragam. Hal ini juga mempengaruhi penampilan mereka saat mempresentasikan brandnya.

Misalnya, Cindy yakin dia berdandan seperti karakter dari game atau anime, yang disebut juga cosplay. Selain bekerja di Nissan, ia juga seorang cosplayer.

Di paviliun pabrikan mobil asal Jepang itu, Cindy tak tampil sendirian dalam cosplay. Ada pula petugas lain bernama Yola yang mengenakan kostum karakter kendaraan listrik (EV) ikonik merek tersebut.

Mereka tampil berbeda dibandingkan kiper lain yang umumnya mengenakan pakaian bertema hampir seragam. Cindy mengaku secara khusus mempersiapkan penampilan ini.

“Ngomong-ngomong, karena pada dasarnya (asalnya) aku adalah seorang cosplayer, aku mempersiapkan ini sejak lama. “Kami sebenarnya sudah punya banyak koleksi kostum, wig, dan aksesoris, ini pertama kalinya kami ke Nissan karena sekarang banyak sekali mobil listrik baru,” kata Cindy.

Read More : BYD Seal Belum Gunakan Baterai Solid-State, Ini Alasannya

GIIAS 2024 akan menjadi penampilan pertama Cindy sebagai porter dengan kostum anime atau game. Meski secara umum ia sudah terlibat dalam peragaan busana seragam sejak GIIAS 2021.

Dengan pengalamannya selama bertahun-tahun menjadi peserta GIIAS 2024, Cindy kerap menjadi referensi bagi teman-temannya yang berminat menjadi peserta. Apalagi jika mendengar peluang untuk terlibat dalam pameran besar seperti GIIAS.

Secara umum, seperti pada ajang GIIAS 2024, setiap peserta akan mendapatkan keuntungan seperti akomodasi, transportasi, serta makan seperti makan siang dan makan malam. Selain itu, tawaran gajinya dikatakan lebih tinggi dibandingkan tur lain di Tanah Air.

Tidak dapat disangkal bahwa tingkat bayaran yang tinggi menarik banyak operator dan model untuk berpartisipasi dalam acara seperti GIIAS.

Diakui Sky, dia merupakan salah satu porter yang ditemui Beritasatu.com di stand pabrikan motor listrik tersebut.

Kalau usher minimal Rp 1 sampai 3 juta per hari. Kalau SPG mulai Rp 250.000 ke atas. . bertemu di booth Alvin.

Sedangkan dari para pengunjung, Cindy menduga tidak sedikit dari mereka yang cuek atau menyimpang. Selain itu, hal ini biasanya menyinggung, meskipun ada kemungkinan hal itu akan terjadi. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *