Jombang, Beritasatu.com – Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU) Ketua Pimpinan Daerah Kh. Abdul Hakim Mahfudz mengajak ribuan santri di seluruh pesantren di Jombang untuk melanjutkan perjuangan ulama mengubah negeri Indonesia. Negara Hebat Menuju Indonesia Emas 2045
Read More : Duel Saat Tawuran, Pelajar di Sukabumi Tewas Kehabisan Darah
Ia juga mengajak para mahasiswa untuk meneladani perjuangan H. Hasim Asyari dalam menciptakan formula Jihad kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI).
Kh.H. Abdul Hakim Mahfudz atau biasa disapa Gus Kiki mengatakan, untuk meraih Indonesia emas pada tahun 2045, ia berharap dapat meneladani semangat perjuangan para leluhur, pahlawan, dan ulama dalam meraih kemerdekaan melalui rumusan Jihad para santri, ujar H. .Hasim. Asiria.
“Banyak kenangan yang kita ingat, kita hargai tanggung jawab santri, tanggung jawab kia saat itu. Oleh karena itu, dalam perayaan hari santri ini kita mengambil hikmah tentang apa yang harus kita lakukan untuk membangun negara di masa depan. Gus Kikin kepada wartawan di sela-sela peringatan Hari Santri 2024 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Selasa (22/10/2024).
Menurut Gus Kikin, dalam festival santri ini ia berkesempatan untuk mengingatkan generasi muda akan sejarah kemerdekaan Indonesia. Ia mengatakan, tanpa peran kiai, Indonesia tidak akan mandiri.
“Tanpa perjuangan para kiai, Indonesia tidak akan merdeka. Bisa mandiri tapi tidak dominan. Boleh saja mandiri, tapi itu akan menjadi anugerah yang menjadikan negara ini sebuah komunitas. Namun dalam semangat kiai, Indonesia merdeka: merdeka dan berdaulat, ini yang patut kita jadikan contoh bagi semua orang untuk menjadi negara merdeka,” ujarnya.
Oleh karena itu, kata Gus Kikin, generasi penerus harus mampu menjadikan negara ini negara besar untuk memerintah Indonesia pada tahun 2045.
“Saya harap itu menjadi kenyataan.” Indonesia akan menjadi negara besar baldatun toyibatun wa robun gofur,” ujarnya.
Read More : Empat Orang Ditemukan Tewas Dalam Kebakaran di Tambora
Menanggapi bukti-bukti keputusan jihad dan catatan sejarah kia dan santri yang berperan dalam kemerdekaan Indonesia, Gus Kikin menegaskan, jika Diklat mempunyai catatan sejarah perjuangan Islam Tebuireng, maka catatan tersebut ditulis berdasarkan fakta tersebut. . dalam bahasa Jawa. huruf pegon arab.
Pengurus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang mengakui, catatan pertikaian Kia dan Santri belum menjadi dokumen pemerintah. Hal ini disebabkan banyak pelajar muslim pada masa kemerdekaan yang tidak ikut serta dalam penyusunan dokumen pemerintah, sehingga nilainya tidak terus digunakan sebagai dokumen pemerintah.
“Kami harus mengatakan semua ini karena situasinya nyata. Ada semua tanggung jawab. Di Tebuireng kami punya rekor. Nah kali ini kami ingatkan kembali pada sejarah perjuangan, perjuangan Kia saat itu. ” tutupnya.
Sementara itu, upacara Hari Nasional tahun 2024 di Jombang diikuti oleh 8000 Santri dari berbagai pesantren yang tersebar di kabupaten se-Provinsi Jombang. Bahkan, mereka mengucapkan sumpah santri secara bersama-sama di bawah pimpinan seorang santri asal Wamena Papua bernama Wameno.