Jakarta, Beritasatu.com – Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan penjelasan atas komentarnya yang tersebar ke publik, yakni pernyataannya tentang “cedera” setelah timnya membuang keunggulan tiga gol sehingga hanya mampu bermain imbang. Dalam pertandingan Liga Champions melawan Feyenoord.

Read More : Nova Arianto Yakin Pelatih Striker dari Korsel Sangat Bagus untuk Timnas Indonesia

Guardiola tampil dalam konferensi pers pasca pertandingan dengan luka di hidung dan goresan di bagian atas kepala. Saat ditanya penyebab cederanya, ia menjawab sambil memperlihatkan gerakan hidungnya.

“Iya, karena kuku saya. Ini,” kata Guardiola.

Dia melanjutkan sambil tersenyum, “Aku ingin melukai diriku sendiri.”

Namun di media sosial X, Guardiola menegaskan pernyataannya tersebut tidak bermaksud meminimalisir tindakan menyakiti diri sendiri secara serius. Dia menjelaskan bahwa cedera itu tidak disengaja karena kuku jarinya yang tajam.

“Saya terkejut dengan pertanyaan di penghujung konferensi pers tadi malam tentang luka di wajah saya. Saya jelaskan bahwa itu akibat kecelakaan pada kuku saya,” tulis Guardiola.

Mantan pelatih Barcelona itu menegaskan dia tidak berniat meremehkan tindakan melukai diri sendiri yang serius. Kami memahami bahwa banyak orang menghadapi tantangan kesehatan mental setiap hari dan ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti pentingnya mencari bantuan. 

Salah satu caranya adalah dengan menghubungi dukungan Samaritans di 116 123 atau melalui email di jo@samaritans.org, kata mantan pelatih Bayern Munich itu.

Read More : Berniat Gunakan Stadion Soepriadi Jadi Markas, Arema Minta Audiensi dengan Pemda Blitar

Pep Guardiola menghadapi musim yang sulit dalam karier kepelatihannya. Manchester City mencatatkan lima kekalahan beruntun di semua kompetisi, rekor buruk yang belum pernah dialami Pep Guardiola sebelumnya.

Puncak kekecewaan terjadi ketika City gagal mempertahankan keunggulan 3-0 hingga menit ke-75 melawan Feyenoord yang berakhir imbang 3-3. Menurut data Opta, tidak ada tim dalam sejarah Liga Champions yang kehilangan keunggulan sebesar itu pada menit tersebut dan tidak memenangkan pertandingan.

Perjuangan Man City semakin terlihat usai menderita kekalahan 4-0 dari Tottenham Hotspur di Etihad Stadium akhir pekan lalu. Tantangan berat berikutnya adalah menghadapi pemimpin klasemen Liga Inggris Liverpool dalam laga tandang, Minggu (1 Desember 2024).

Komentar Pep Guardiola tentang tindakan menyakiti diri sendiri telah memicu perdebatan luas tentang pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya di dunia olahraga yang penuh tekanan. Langkahnya mengklarifikasi dan memperhatikan jalur bantuan mendapat pujian dari berbagai kalangan.

Sebagai pelatih yang dikenal perfeksionis dan selalu mengupayakan hasil terbaik, tekanan tinggi yang dilancarkan Pep Guardiola kini nampaknya akan mempengaruhi performa tim. Momen sulit ini menjadi ujian besar bagi pelatih dan Man City.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *