Teheran, Beritasatu.com – Kelompok oposisi Lebanon, Hizbullah, memperingatkan Israel bahwa mereka akan menanggung “beban berat” akibat serangan teroris yang dilakukan di berbagai wilayah negara Arab tersebut.
Read More : 66 Orang Tewas dan 69 Hilang Akibat Bencana Banjir dan Longsor di Nepal
Menurut laporan televisi Lebanon Al-Manar, Hizbullah dalam pernyataannya pada Rabu pagi menekankan bahwa tindakan tersebut akan “memperkuat tekad mereka untuk melanjutkan Jihad.”
Hizbullah juga menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan mendoakan kesembuhan bagi mereka yang terluka dalam serangan tersebut.
“Kami akan terus memberikan dukungan kepada Gaza dan perlawanannya, serta melindungi Lebanon, rakyatnya, dan kedaulatannya,” kata pernyataan itu.
Pada Selasa malam (17/9/2024), Israel melakukan serangan teroris yang menyebabkan ledakan alat komunikasi bernama pager di banyak wilayah Lebanon.
Serangan tersebut mengakibatkan banyak kematian dan lebih dari 2.000 orang terluka.
Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mojtaba Amani, juga dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Kritik pun disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (17/9/2024), Liga Arab menyatakan Sekretaris Jenderal Gheit mengutuk keras “serangan biadab” Israel terhadap beberapa komunikasi di Lebanon.
Ledakan tersebut menewaskan banyak orang, termasuk seorang anak-anak, dan melukai ribuan lainnya.
Gheit juga memperingatkan dampak serangan tersebut, dan menekankan bahwa para pemimpin Israel tampaknya ingin memperluas perang di Lebanon selatan, yang dapat meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Read More : Curhatan Rachel Vennya setelah Tahu Azizah Salsha dan Salim Nauderer Diduga Selingkuh
“Sangat penting bagi PBB untuk segera mengambil tindakan untuk mengatasi dan menghadapi ancaman Israel yang terus berlanjut dan tindakan sembrono terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut ledakan pager di Lebanon merupakan bagian dari upaya Israel memperluas medan perang.
Kementerian tersebut mengutuk “aksi teroris” yang dikatakannya menunjukkan niat Israel untuk “menghasut lebih banyak pertumpahan darah.”
Menteri Kesehatan Lebanon Firas Abyad mengatakan pada hari Selasa bahwa lebih dari 4.000 orang terluka dan setidaknya 11 orang, termasuk seorang anak, meninggal akibat keruntuhan yang terjadi di berbagai wilayah Lebanon.
Pemerintah Lebanon dan kelompok oposisi Hizbullah menyalahkan Israel atas serangan tersebut.
Media memberitakan, pager yang digunakan Hizbullah merupakan alat komunikasi tertutup yang sangat aman dari peretasan dan penyadapan, meski penyebab pasti ledakan ratusan perangkat tersebut masih belum diketahui.