Jakarta, Beritasatu.com – Penyelenggara Laboratorium Indonesia 45 (LAB 45) Rayhan Noor menegaskan, kebijakan perekonomian ke depan harus mengedepankan keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan politik. Salah satu prioritas utama adalah mengatasi penurunan angka rata-rata 9,48 juta orang, yang seharusnya menjadi perhatian besar.
Read More : Ratusan Siswa SMA MAN 2 Model Medan Mengamuk karena Gagal Ikut SNBP
“Selain menciptakan lapangan kerja, pemerintah ke depan bisa mengurangi beban kebutuhan pokok seperti perumahan dan pangan, sehingga masyarakat mempunyai pendapatan surplus yang bisa meningkatkan daya belinya atau dijadikan tabungan atau investasi,” kata Rayhan saat dihubungi. oleh Tyali Mihli, Selasa (22/10/2024).
Rayhan mengatakan program 3 juta rumah yang diusung Presiden Prabowo Subianto jika dilaksanakan dengan baik bisa menjadi solusi.
Di daerah perkotaan, pemerintah mungkin mempertimbangkan untuk membeli tanah dari gedung apartemen tua atau merenovasi perumahan yang sudah ketinggalan zaman.
“Kelas menengah akan menjadi penting dalam menjaga stabilitas ini dalam jumlah besar dan berkualitas (karena mereka memiliki pendidikan tinggi),” kata Rayhan.
Read More : Ramaikan Peringatan Hari Pahlawan, Seniman Seni Rupa di Kediri Gelar Pameran
Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan penurunan jumlah masyarakat kelas menengah merupakan dampak dari pandemi Covid-19. Banyak perusahaan yang melakukan PHK sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Tingkat belanja pemerintah, termasuk kelas menengah, juga turun.