Tangerang, Beritasatu.com – Hari ini Selasa (11/6/2024) pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soeta) resmi mengalihkan layanan transportasi darat ke Terminal 1A. Sambungan moda transportasi darat kini berada di kawasan Terminal 1B, sekitar empat menit berjalan kaki.

Read More : Medali PON XXI Aceh-Sumut Diberikan di Kejuaraan Taekwondo, KONI Beralasan Masih Euforia

Tujuan pemindahan kawasan lokasi angkutan darat di Terminal Nasional 1A adalah untuk mengurangi kepadatan angkutan penjemputan penumpang. Namun, sebagian penumpang baru yang datang melalui jalur udara menilai peralihan ke layanan transportasi darat belum efektif.

Hal itu diungkapkan Ervadila Shimbiring, salah satu penumpang pesawat asal Medan. Ervadila mengatakan, tidak demikian halnya dengan pengalihan layanan transportasi darat. Namun, masalah ini menimpa penumpang berusia lanjut.

“Kalau yang muda-muda sih menurutku masih bisa, tapi kalau yang sudah tua atau tua pasti mudah capek karena mungkin banyak yang harus dibawa. Apalagi kalau dari luar kota pasti bawa satu. Banyak,” kata Ervadila di Terminal Nasional Bandara Sweta, Selasa (11/6/2024).

Ervadila berharap pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta memberikan layanan tambahan bagi kelompok lansia. Misalnya saja penyediaan mobil golf listrik untuk mengangkut lansia dari Terminal 1A ke Terminal 1B yang merupakan lokasi penjemputan transportasi darat.

“Mungkin bisa pakai armada tambahan, seperti mobil golf untuk orang tua. Kalau yang muda masih bisa ke sana. Karena kalau dari Terminal 1A ke Terminal 1B jalan kaki lumayan jauh, sekitar 4 sampai 3 menit,” tuturnya. . dikatakan

Ervadila juga menilai pengalihan layanan transportasi darat masih terbilang semrawut dan kurang efektif karena belum banyak pembinaan.

Read More : Semen Padang FC Lepas Empat Pemain Jelang Putaran Kedua Liga 1 2024/2025

“Armadanya mudah dan banyak, tapi tidak sampai tepat waktu, karena saya sudah menunggu hampir setengah jam masih belum sampai,” jelas Ervadila.

Sementara itu, Irfan, penumpang udara asal Sumut, mengatakan pengalihan layanan transportasi darat sebenarnya tidak efektif.

“Menurut saya, itu tidak efektif karena akan memudahkan kami. Kami langsung naik bus setelah meninggalkan bandara, jadi tidak perlu berjalan kaki tiga atau lima menit,” jelasnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *