JAKARTA, BEIRIKATU.COM – Dua orang dari Indonesia, Hendra Seeiawan / Mohammad Ansan, menunjukkan alasan setelah memutuskan sebagai pemain profesional. Pasangan itu menamai nama -nama meja dan digantung pada sewa setelah memiliki kesempatan untuk Indonesia Masters 2025.
Read More : Hasil Piala Jerman: Bayern Munchen Gebuk Ulm pada Laga Debut Kompany
Hendra Seitiawan mengungkapkan perasaannya.
“Jika dia ingat, ya, cobalah untuk bersaing di sini, tetapi dia juga menyarankan acara 32 Indonesia.
Bagi Hendra, bermain iStora adalah momen istimewa yang tidak dilupakan, terutama karena sewa setelah menyelesaikan banyak prestasi.
Menanyakan alasan pensiun, Hendra menjelaskan banyak hal.
“Saya berusia 40 tahun, jadi saya pikir itu terlalu banyak, hasil tahun lalu tidak pernah berhasil menyelesaikan perjalanan,” katanya.
Sesuai dengan Hendra, Ahsan senang muncul untuk terakhir kalinya di Indonesia Masters 2025.
“Harap bisa bersaing di Istora. Ini adalah rumah kami. Kami senang meminta keluarga bersama Anda.
Read More : Anak Jonatan Christie-Shanju Bernama Leander Jayden Christie, Ini Artinya
โUntuk menentukan sewa, dia tidak bisa bertarung lagi.
Dalam kompetisi Masters Indonesia 2025, Hendra Seitian dan Mohammad Ansan telah berkembang di Taiwan, Chian-yi Wu dan 22-20 dan 22-20. Hendra / Ahsan mengatakan dia tidak berpikir untuk menang.
“Tujuan saya adalah hanya ingin meninggalkan penonton. Dia mengubah kemenangan saya. Dia dihargai.
Dalam lembaran itu, saran dan kedua orang Malaysia bertemu, dan Joni Kung Yap, terbunuh Johi Lee / Pi-Huian Yang, dan 21-19 dan 21-19 dan 21-19.