Bandung, Beritasatu.com – Baru saja direnovasi dan dibuka kembali pada Sabtu, 25 Mei 2024, ruang teras di Chikapun-dong konon mirip dengan Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Read More : Jalan Kaki 188 Hari dari Medan, Joni Sukses Bersalaman dengan Prabowo

Pengumuman itu disampaikan Penjabat Gubernur Jawa Barat (Pj) Bey Triadi Machmudin di Bandung, Sabtu. Antara mengatakan, “Kalau dilihat mirip dengan Seoul, Korea. Wajar saja. Wajar saja. Kalau di daerah lain seperti Braga, rencananya kita akan membuat perencanaan secara bertahap demi kenyamanan masyarakat.”

Teras Chikapundung telah direvitalisasi sebagai destinasi wisata pada hari Sabtu ini dengan diluncurkannya acara Chikapundung Nostalgia.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bandung bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dan beberapa masyarakat setempat melakukan perbaikan Teras Chikapundung dan memperbaiki beberapa bangunan di sana.

Bey juga berharap Teras Tsikapundung terus berbenah tidak hanya sebagai bangunan tapi juga sebagai objek wisata.

“Perlu ditingkatkan lagi, Disbudfar menyiapkan kesenian lokal. Kalau bisa, selain musik tradisional, ada juga musik seperti jazz, karena di Bandung banyak musisi. Lalu warga keluar rumah dan menikmati Bandung yang segar, nyaman, dan bagus . .” dia berkata.

Lokasi Teras Cikapundung sangat strategis. Lokasinya tidak jauh dari Jalur Hutan Babakan Siliwangi, sehingga wisatawan bisa menikmati dua tempat indah tersebut secara gratis.

Sementara itu, Pj Wali Kota Bandung Tirtoiuliono Teras Chikapundung berharap dapat meningkatkan indeks kebahagiaan warga Bandung.

Read More : BMKG: Mayoritas Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Disertai Petir

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan indeks kebahagiaan. Kami juga berharap dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandung,” ujarnya.

Menurut dia, properti yang sudah berdiri di Bandung sedang direnovasi untuk kepentingan warga.

“Hari ini kita akan revitalisasi kawasan sekitar Baxil, dimulai dari jalur hutan. Sampahnya akan kita buang untuk wisata edukasi. Yang ketiga, dengan revitalisasi terasering Tsikapundung akan menjadi daya tarik wisata yang bernilai,” ujarnya.

“Objek wisata ini menyediakan makanan gratis dan berharga bagi semua orang. Kami menyediakan musik tradisional dan kegiatan hiburan lainnya,” tutupnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *