Sukabumi, Beritasatu.com – Pengungsi korban bencana alam di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai menderita beberapa penyakit seperti demam, muntah-muntah, dan darah tinggi. Pelayanan kesehatan tetap melayani 800 warga di kamp pengungsian dengan jumlah staf yang terbatas.

Read More : Soal Kemungkinan Larangan Kembang Api Saat Tahun Baru, Polda Metro Jaya: Ada yang Boleh

Dr Sylvie Aparjani dari Rumah Sakit Daerah Sagarenten mengatakan wabah ini bermula setelah seminggu dilakukan evakuasi warga, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia (lansia).

Hasil tes saat ini ada juga yang mengeluh batuk, pilek, demam, gatal-gatal, dan diare, kata dr Sylvie, Selasa (12/10/2024). 

Sylvie mengatakan, salah satu penyebab banyak korban bencana di Tsukabumi yang merasa mual adalah cuaca dingin seiring dengan terus turunnya hujan di wilayah tersebut. “Mungkin karena cuaca di sini sangat dingin dan hujan, beberapa tenda di sini tidak ada penutup lantainya,” ujarnya. 

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan, 6.312 KK atau 10.160 jiwa terkena dampak bencana alam di Sukabhumi. Hingga Senin (12/9/2024), jumlah pengungsi sebanyak 939 KK atau 3.064 jiwa. 

Read More : Lebaran Hari Kedua, Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen Masih Tinggi

Selain pengungsi, korban tewas bencana di Sukabumi tercatat 12 orang, sedangkan rincian 10 orang tewas dan dua orang lainnya masih dalam penyelidikan. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *