Ternate, Beritasatu.com – Jumlah warga yang mengungsi akibat banjir terus meningkat hingga hari keenam pascabencana. Awalnya pengungsi yang berada di lokasi pengungsian gedung SMA 4 Ternate di Desa Kastela berjumlah 183 orang, totalnya 183 orang.
Read More : 12 Selamat dan 13 Meninggal, Semua Korban Longsor di Solok Berhasil Dievakuasi
Kini jumlah hari keenam sebanyak 250 orang dari 73 keluarga, terdiri dari 123 laki-laki dan 127 perempuan.
Puskesmas di lokasi pengungsian juga mulai menerima banyak keluhan dari pasien. Namun, pasien yang datang ke klinik tersebut didiagnosis menderita infeksi dari bayi baru lahir.
“Pasien sering menderita penyakit reproduksi. Kalau ISPA dan batuk pilek hanya satu atau dua. Penyakit akibat kecelakaan tersebut belum teridentifikasi, kata dr Mirnawati kepada Beritasatu.com, Jumat (30/8/2024).
Read More : BMKG Prakirakan Mayoritas Kota di Indonesia Berawan dan Hujan
Mirnawati mengatakan, puluhan pengungsi datang setiap hari dengan keluhan badan pegal, pusing, dan tekanan darah tinggi. Pada saat yang sama, beberapa anak terkena ISPA.