Yakarta, Beritasatu.com – Pilihan perawatan GRE masih terbatas di Indonesia. Berdasarkan studi tentang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Gastroenterology (April 2024), insiden EGTE di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 67,9%.
Read More : Debat Pilgub Jatim Bahas Infrastruktur, Khofifah-Emil Ingin Bangun Konektivitas Wilayah Barat dan Timur
Namun, pengobatan yang paling banyak digunakan adalah PPI, obat untuk tekanan asam lambung yang akan diambil sebelum makan dan seringkali kurang efektif dalam menghilangkan gejala EGE di malam hari. Sementara itu, data di pasar global menunjukkan bahwa penggunaan P-CAB di Indonesia bahkan kurang dari 1%, yang merupakan indikasi dari kebutuhan perawatan alternatif paling penting yang lebih efektif dan nyaman.
Menanggapi tantangan ini, farmasi merayakan uji klinis pertama yang terkait dengan penggunaan P-CAB pada pasien dengan Indonesia. Hasil penelitian yang diprakarsai oleh peneliti lokal menunjukkan bahwa FEXPRAZANO dapat meringankan gejala usia lebih cepat dan dapat bertahan lebih dari PPI.
Presiden Asosiasi Gastroenterologi Indonesia (PGI) Prof. Ari Fahria Syam dan peneliti terpenting dari penelitian ini menyatakan efektivitas FEXPRAZAN.
“Fexprazan menunjukkan kemampuan untuk meredakan gejala panas di dada (asam lambung) dan aliran asam lambung lebih cepat daripada esomeprazol pada pasien Indonesia. Obat ini cukup diminum dan sangat menjanjikan sebagai pilihan terapi inovatif,” kata Profesor Ari dalam siaran pers pada hari Sabtu (6/21/2025).
Meskipun masih jarang terdengar di Indonesia, Fexprazan dikenal di 30 negara.
Read More : 8 Masalah Kuku Kaki Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Berbahaya
FEXPRAZAN termasuk dalam kelompok P-CAB (pemblokir asam yang kompetisi kalium), jenis manajemen baru yang bekerja lebih cepat dan tahan lama daripada PPI. P-CAB bekerja dengan menghambat produksi asam lambung secara kompetitif di lambung, dan bebas dikonsumsi kapan saja tanpa dipengaruhi oleh asupan makanan. Oleh karena itu, FEXPRAZAN dianggap lebih praktis dan efektif, terutama untuk mengatasi gejala EGE di malam hari.
Saat ini, Daekel telah menawarkan izin distribusi di 19 negara lain dan menandatangani kontrak ekspor dengan lima negara, sehingga mencapai total 30 negara. Tujuan berikutnya adalah hadir di 100 negara pada tahun 2027, termasuk Indonesia.
“Fexprazan adalah obat baru yang efektif di seluruh dunia. Kami berkomitmen untuk membawa pilihan perawatan yang lebih cepat dan lebih nyaman bagi pasien dengan memberi di Indonesia,” kata kepala Divisi Bisnis DA Deng di Indonesia Baek di Hyun.