Jakarta, Beritasatu.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang dihimpun di pasar modal hingga Oktober 2024 mencapai Rp 149,4 triliun. Jumlah tersebut sudah termasuk pencatatan surat utang dan sukuk (EBUS), saham, dan penerbitan saham baru yang disebut juga dengan right issue.
Read More : Menhub Bicara Masa Depan Tol Laut Era Jokowi pada Pemerintahan Prabowo
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan hal itu mulai awal tahun 2024. Sejauh ini BEI telah mencatatkan 36 perusahaan baru yang menerbitkan saham senilai Rp 5,42 triliun. Selain itu, 118 penerbitan EBUS yang diterbitkan oleh 65 perusahaan senilai Rp 109,6 triliun dan HMETD oleh 15 perusahaan memberikan kontribusi sebesar Rp 34,42 triliun, kata Nyoman dalam keterangan media, Minggu (27/10 2024).
BEI juga mencatat, saat ini terdapat 28 perusahaan yang masuk dalam daftar saham. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan memiliki aset kecil (di bawah Rp 50 miliar), 10 perusahaan memiliki aset menengah (Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar), dan 16 perusahaan memiliki aset besar (di atas Rp 250 miliar).
Rinciannya, tiga perusahaan di sektor bahan baku, dua perusahaan di sektor konsumen, lima perusahaan di sektor konsumen non-siklus, lima perusahaan energi, tiga perusahaan di bidang keuangan, tiga perusahaan di bidang kesehatan, dua perusahaan di bidang industri, dan satu perusahaan di bidang infrastruktur. , properti dan perumahan kepada tiga perusahaan, serta transportasi dan logistik kepada satu perusahaan.
Read More : Mentan Amran Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Petani Tebu di Hadapan Wapres
Selain fund line, BEI juga mencatatkan 19 emisi EBUS dari 14 emiten yang masih dalam proses listing dan sembilan perusahaan dalam proses penerbitan HMETD, ujarnya.