Purwakarta, Beritasatu.com – Mohamed Faris Abdul Rofi, seorang sopir taksi yang tertular virus karena takut ditilang polisi, kini kondisinya membaik hingga terjatuh ditabrak truk. Korban yang koma akibat kecelakaan tersebut mengalami luka dalam yang parah serta patah tulang rusuk dan panggul sehingga memerlukan pembedahan dan pengobatan.
Read More : Hari Kedua Wisata IKN Masih Membeludak, Wisatawan Asing Terkagum-kagum
Mohamed Abdul Rofi (21) masih tertidur saat ditemui di rumahnya di Kampung Bojong, Desa Nagri Kidul, Purwakarta, Jawa Barat. Korban hanya bisa berbaring dan tidak bisa duduk akibat luka dalam yang parah serta patah tulang rusuk dan panggul akibat kecelakaan tersebut.
Menurut orang tua korban, usus dan kandung kemihnya robek, paru-parunya berdarah sehingga perlu dioperasi.
Korban harus dirawat di Bayou Aceh selama 11 hari setelah ditabrak truk saat polisi mencoba menilangnya di jalan arteri Jakarta-Bandung, di perempatan Kombro, Purwakarta, Jawa Barat. RSUD Purwakarta.
“Yang pertama kronologisnya adalah balapan knalpot, sehingga anak saya dikejutkan oleh polisi dan dia terjatuh dan kehilangan kendali. Dia terjatuh di sisi kanan dan menabrak kemudi truk,” kata orang tua korban, Ewan Hermawan. Beritasatu.com, Sabtu (25/5/2024).
Dia memandang polisi dengan tenang karena tidak ada penggerebekan dan anak laki-laki itu mengenakan baju balap.
“Iya, mungkin dia takut kena tilang karena itu balap knalpot. Dia mengalami luka dalam di berbagai bagian, seperti gumpalan darah di paru-parunya, usus robek, dan kandung kemih pecah. Dia juga langsung menjalani operasi. Beberapa selang telah dipasang. Dimasukkan, tulang rusuk dan pinggulnya patah,” ujarnya. Dia berbicara dan tidak tertindih dan polisi serta warga langsung membawanya ke rumah sakit,” tambah Ewan.
Ewan mengatakan, ketika hal itu terjadi, kami tidak peduli apa yang terjadi dan siapa yang salah. Mereka hanya fokus membangunkan putranya yang saat itu sedang koma.
Read More : Papajar di Cianjur, Tradisi Seru Menyambut Ramadan Berwisata dengan Keluarga
“Kita fokus dulu ke anak, kalau koma atau tidak sadarkan diri kita mau sembuh dulu, jadi tidak ada pikiran lain dan alhamdulillah prosesnya lancar. Perawatan selama 11 hari sangat baik dan manajemennya. Polisi juga membantu dan sejauh ini kondisi anak baik-baik saja. Dan saya hanya perlu pemulihan saja, kata Ewan.
Saat kejadian, korban sedang melakukan perjalanan dengan sepeda motor dari arah Purwakarta menuju Jatiluhur. Sesampainya di lokasi kejadian, korban terkejut melihat polisi masuk ke tengah jalan untuk memblokirnya.
Korban berusaha melarikan diri karena Brong memanfaatkan perokok tersebut dan merasa panik. Polisi berusaha menghentikannya dengan memegang handle kiri sepeda motor, namun korban panik menginjak gas hingga terjatuh ke kanan dan didorong oleh mobil yang datang dari arah berlawanan.
Tanpa diketahui identitasnya, polisi yang mencoba menilangnya merupakan anggota Satpol PP, Purwakarta.
Video kecelakaan tersebut beredar di media sosial dan kini kasus tersebut berada dalam kendali Polres Purwakarta dan Propam Polda Jabar. Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.