Jakarta, Beritasatu.com – Seorang pria yang tewas dalam ledakan Tesla Cybertruck di luar Trump International Hotel, Las Vegas pada Tahun Baru lalu mengalami luka tembak sebelum ledakan terjadi. Pria tersebut diyakini adalah Matthew Alan Livelsberger, seorang prajurit operasi khusus Angkatan Darat AS berusia 37 tahun.
Read More : Pondok Ramadan Lansia Blitar, Tempat Menimba Ilmu pada Usia Senja
Namun identitasnya masih menunggu konfirmasi resmi melalui tes DNA karena tubuh korban mengalami luka bakar parah hingga sulit diidentifikasi.
Melaporkan Sky News, Jumat (3/1/2025), Sheriff Polisi Metropolitan Las Vegas Kevin McMahill mengungkapkan Livelsberger mengalami luka tembak di kepala sebelum Tesla Cybertruck meledak. Penyidik โโmenduga perbuatan tersebut dilakukan oleh korban sendiri.
Di dalam kendaraan, petugas menemukan beberapa barang termasuk senjata api, kembang api, tanda pengenal militer, iPhone, kartu kredit, tabung gas, tabung bahan bakar, dan mortir kembang api berukuran besar. Selain menewaskan Livelsberger, ledakan tersebut melukai tujuh orang lainnya.
Tesla Cybertruck yang digunakan dalam insiden ini disewa di Colorado dan dilacak melalui stasiun pengisian daya Tesla. Kendaraan itu tiba di Las Vegas satu jam sebelum ledakan.
Read More : Jawaban Kim Soo-hyun soal Isu Predator dan Tekanan ke Kim Sae-ron
Penyelidik mencatat kesamaan kasus ledakan Tesla Cybertruck dengan insiden di New Orleans pada hari yang sama Shamsud-Din Jabbar, 42, menabrakkan truk pickup ke kerumunan, menewaskan 14 orang.
Kedua pria tersebut pernah bertugas di Fort Bragg, North Carolina, dan keduanya menggunakan aplikasi persewaan mobil Turo untuk menyewa Tesla Cybertruck hingga meledak. Namun, tidak ada bukti bahwa mereka terkait satu sama lain atau bahwa mereka termasuk dalam unit yang sama.