Jakarta, Beritasatu.com – Judi online terus menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Tidak hanya Indonesia, sebagian besar negara ASEAN lainnya juga mengalami permasalahan serupa. Teuku Rezasyah, pengamat hubungan internasional Universitas Padjadjaran Bandung, menilai negara-negara ASEAN harus bekerja sama untuk menyelesaikan perjudian online.

Read More : Lawan Perintah Megawati, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya Tetap Ikut Retret Kepala Daerah

Ia menyarankan agar negara-negara Asia Tenggara membahas perjudian online di KTT ASEAN. Pak Teuku mengatakan kepada Beritasatu.com pada Kamis (27/6/2024): “Saya kira koneksi online harus menjadi agenda KTT ASEAN.”

Diketahui, KTT ASEAN 2024 akan digelar di Laos pada bulan Oktober mendatang.

Tegu mengatakan anggota ASEAN harus mewaspadai bahaya perjudian internet yang berpotensi merusak bangsa dan negara. Pasalnya, perjudian online memberikan dampak kerugian ekonomi yang sangat besar bahkan membuat masyarakat menderita.

Pak Teuku mengatakan perjudian internet telah menyebar di negara-negara ASEAN, yang berarti masalah ini harus dibahas di forum yang lebih tinggi.

“Protokol ASEAN sedang dilanggar di sana dan untuk itu saya yakin solusinya bukan hanya kepolisian, tapi juga diplomasi,” jelasnya.

Read More : Agenda Presiden Prabowo di Kupang, Hadiri Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah

Bapak Tegu mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara besar harus mengambil inisiatif untuk mendorong upaya penghapusan perjudian internet melalui mekanisme ASEAN. Selain itu, Polri harus bekerja sama erat dengan ASEANpol (Organisasi Kepolisian Daerah ASEAN).

Teuku berharap upaya negara-negara ASEAN dan ASEANpol tidak hanya berupa pertemuan saja, namun juga ada rencana aksi.

“Rencana aksi ini dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan sehingga KTT ASEAN berikutnya akan secara khusus membicarakan perjudian online dan apa yang harus dilakukan dalam kerangka ASEAN. Memberikan kepercayaan kepada ASEANpol untuk terus berpartisipasi di bidang akademik, jelas Pak Teuku.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *