Jakarta, Beritasatu.com – Pengamat kebijakan publik Ahmad Alamsyah Saragih mengungkapkan beberapa kondisi yang mengharuskan Kabinet Tinggi Indonesia (KIM) mempertahankan masa jabatannya hingga akhir masa jabatannya. Salah satunya dengan mengurangi kebiasaan berdebat di depan umum untuk saling membela.

Read More : Dibanderol Rp 7,99 Juta, Ini Spesifikasi Realme GT 6

Saya berharap praktik ini bisa mulai kita terapkan di masa transisi ini, sehingga ketika ada pergantian kepemimpinan, budaya ini akan terus berlanjut, kata Ahmad Alamsyah Saragih kepada Beritasatu.com, Selasa (18/06). /2024).

Menurut Ahmad, para menteri harus menahan diri untuk tidak berbicara gila-gilaan dengan rakyat. Penyebabnya terkadang adalah rasa cemas yang dialami masyarakat yang merasa dituduh berpolitik. Namun yang perlu dilakukan adalah para pemangku kepentingan bisa duduk bersama. saling berkoordinasi; Jika perlu, revisi dan penambahan peraturan.

“Maka tidak ada salahnya meminta maaf kepada masyarakat dengan satu suara. Tapi saya ingin lebih baik lagi,” ujarnya.

Dibandingkan berjuang dulu, lalu meninjau dan membatalkan, kata Ahmad. Hal terakhir ini meningkatkan persepsi masyarakat terhadap perbedaan pendapat atau perbedaan pendapat dari para menteri KIM dan menurunkan kepercayaan masyarakat.

Read More : Siap IPO, Perusahaan Farmasi Ini Catat Omzet Rp 10 Triliun

“Kami tidak punya waktu; Negara ini sedang menghadapi situasi dunia yang semakin sulit. “Hanya dengan pemerintahan yang bersatu dan kuat kita akan mampu menyelesaikan permasalahan besar yang akan datang di masa depan,” tegasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *