JAKARTA, BERITASATU.COM – Efisiensi keuangan dari kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Prabowo Subiato dianggap sebagai hati nurani pada kesehatan ekonomi. Ini dikatakan oleh pengamat ekonomi Doddy Ariiefianto, yang menghargai jejak pemerintah untuk menerapkan efisiensi penganggaran.
Read More : Tips Jaga Asupan Makanan untuk Anak Usia 1 Tahun
“Kuantitas dan kebijakan efisiensi penganggaran ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun budaya fiskal baru, yang efektif, berkualitas dan memprioritaskan orang -orang baik,” kata Doddy kepada wartawan pada hari Jumat (14/09/2025).
Doktor Universitas Indonesia juga mengakui bahwa ia setuju dengan program kurikulum, seperti UKT dan KIP, tidak mengalami pemangkasan, seperti yang dilaporkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senayan, Jakarta.
“Karena dampaknya sangat tinggi, terutama untuk mendukung akses ke pendidikan untuk generasi mendatang,” kata Doddy.
Dia mengatakan bahwa jika rencana ini berkurang, Indonesia akan menghadapi konsekuensi besar karena anak -anak dari keluarga yang membutuhkan tidak dapat melanjutkan pendidikan mereka. Hasil akhirnya, katanya, akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.
“Beasiswa seperti UKT dan KIP tidak hanya bantuan keuangan untuk siswa dan siswa, tetapi mereka juga investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia,” kata Doddy.
Read More : Prabowo ke Rusia, Nurul Arifin: Indonesia Semakin Diperhitungkan Dunia
Dia juga merekomendasikan agar pemerintah masih memegang UKT dan KIP. Doddy mengatakan itu adalah langkah yang tepat untuk mengatasi potensi kerugian di masa depan.
“Menjaga program UKT dan KIP adalah keputusan strategis yang tidak hanya mempengaruhi penerima manfaat langsung, tetapi juga pada keberlanjutan pembangunan nasional,” Doddy akhirnya mengatakan tentang efisiensi anggaran.