Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah kabar pesulap Pak Tarno terkena stroke untuk ketiga kalinya, muncul pengakuan dari Sariah yang mengaku sebagai suami mertua Pak Tarno.
Read More : Sebelum Meninggal, Liam Payne Berencana Gelar Konser Tunggal di Jakarta pada 2025
“Saya nikah tahun 2002, dulu nikah di Bogor karena dulu prosesnya tidak semudah sekarang. Akhirnya akta nikah di Jakarta juga dibuat karena KTP-nya juga,” kata Sariah. , dikutip di YouTube, Kamis (7/11/2024).
Menurut Sariah, Pak Tarno hanya pergi selama tiga bulan sebelum kembali ke rumah. Namun setelah selesai, Pak Tarno tidak kembali ke rumah.
“3 bulan setelah puasa, saya pulang haji tanggal 17 dan hanya memberikan uang sebesar Rp 200.000 melalui kakak ipar saya, sehingga saya tidak pulang selama 1,5 bulan dan masih belum memberikan uang,” jelasnya, menangis.
Karena Sarai tidak bisa mendapatkan uang untuk menghidupi Pak Tarno, maka ia memutuskan untuk bekerja sementara.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya hanya seorang pekerja yang mencuci dan mencuci orang di rumah,” ujarnya.
Sarai merasa sedih atas penyakit Tuan. Tarno kalau kena stroke seharusnya Pak. Tarno merawatnya.
“Aku sayang dia, istriku masih belum bercerai, aku ingin menjenguknya saat dia di rumah sakit, tapi kalau dia di rumah, aku tidak bisa” yang punya istri lebih muda karena takut marah. , ”lanjutnya.
Read More : 4 Jenderal Bintang Tiga dan Dua Polri Daftar Seleksi Capim dan Dewas KPK
Ia meminta istri muda Pak Tarno, Dew, tidak menutup pintu komunikasi dengan suaminya.
“Dewi, suamiku adalah Tuan Tarno, jadi tolong jangan blokir nomorku, tolong buka, dia suamiku. Aku istri pertama dan istri kedua. Aku pergi bersamanya tanpa alasan ketika ada istri baru, Istri Siri, aktor,” katanya dan menjadi marah.
Saraia mengaku masih peduli dan menyayangi Pak Tarno.
“Aku sedih karena dia sakit lagi, aku tidak bisa bergerak, aku tidak bisa berkata apa-apa, aku masih khawatir dan mencintainya,” lanjutnya sambil menghapus air mata.