JAKARTA, BERITASATU.COM – Hamish memberikan penjelasan dengan tim hukumnya yang terkait dengan kemungkinan pencemaran nama baik yang mengatakan bahwa ia belum membayar gaji karyawan. Dia mengatakan bahwa dakwaan itu tidak tepat jika dia dibahas.
Read More : Persib vs Bali United: Menang 2-1, Maung Bandung Dekati Tangga Juara
Pengacara Hamish, Sandy Arifin dan Wijayano Hadisukrisno, mengatakan pelanggannya terlibat dalam kerja sama dengan perusahaan sebagai duta merek pada tahun 2002. Awalnya, hubungan kerja sangat lancar.
“Pada awalnya, semuanya berjalan dengan baik, tetapi akhir -akhir ini, perusahaan tidak lagi bertanggung jawab atas kesinambungannya, karena banyak partai tidak lagi. Hamish sendiri bukan direktur presiden”, kata Wijayano Hadisukrisno Metropolitan pada malam Kamis (Kamis ( 10/24 / 2019).
Wijayano menambahkan bahwa masalah yang terkait dengan koleksi upah yang telah muncul di media selalu dikirim ke kliennya Hamis Daud, yang dianggap bertanggung jawab atas masalah keuangan, termasuk upah karyawan.
Dia juga ingat bahwa perusahaan telah menerbitkan penjelasan yang menunjukkan bahwa gaji karyawan tidak bertanggung jawab atas Hamisha.
“Direktur perusahaan telah menerbitkan deklarasi resmi yang mengkonfirmasi masalah gaji karyawan bukanlah tanggung jawab klien kami (Hamish Daud), tetapi direktur presiden,” kata Wijayano.
Read More : Aksi bak Film! Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Sunggal
Wijayano mengatakan bahwa jika seseorang mengklaimnya, Hamish Dauda harus bertanggung jawab atas gaji karyawan, itu adalah kesalahan besar.
Hamish sendiri percaya bahwa reputasinya terkontaminasi oleh tuduhan ini. Dia berharap masalahnya akan segera diselesaikan.
“Saya merasa seperti korban tentang masalah ini. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan,” kata penyanyi Rice Andrian, yang dituduh tidak membayar karyawan.