Beijing, Beritasatu.com- Pengetahuan tentang hubungan antara mikrobioma usus, metabolisme, dan penuaan penting untuk merancang intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan umur panjang yang sehat.

Read More : Prediksi Vietnam vs Indonesia Piala AFF 2024: Garuda Harus Beri Perlawanan Sengit

Para peneliti dari Rumah Sakit Ruijin Tiongkok yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Shanghai Jiao Tong dan BGI Research melakukan penelitian yang melibatkan 10.207 orang berusia 40 hingga 93 tahun.

Dilansir Antara, Kamis (13/6/2024), dengan menggunakan 21 parameter metabolik, para peneliti membagi individu menjadi lima kelompok yang disebut kelompok multimorbiditas metabolik, mewakili sejumlah subfenotipe metabolik yang berbeda.

Dibandingkan dengan kelompok yang diklasifikasikan sehat secara metabolik, kelompok yang diklasifikasikan sebagai campuran dengan obesitas dan hiperglikemia terkait menunjukkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 75% dan 117%, dengan waktu tindak lanjut 11,1 tahun. ย Hubungan ini juga terjadi pada kelompok kedua yang terdiri dari 9.061 individu dengan masa tindak lanjut selama 10 tahun, kata penelitian tersebut.

Melalui analisis mendalam terhadap data metagenomik tinja dari 4.491 individu yang dipilih secara acak, para peneliti menemukan bahwa komposisi mikroba usus dikaitkan dengan kelompok multimorbiditas metabolik serta usia.

Di antara orang berusia 60 tahun ke atas, risiko penyakit kardiovaskular yang terkait dengan obesitas atau hiperglikemia campuran meningkat pada orang dengan usia mikroba usus tinggi, namun menurun pada orang dengan usia mikroba usus rendah, terlepas dari faktor-faktor seperti usia. , jenis kelamin, gaya hidup dan pola makan.

Read More : Prabowo Tegaskan 17 Tahun Gerindra Bukti Keteguhan dan Konsistensi Perjuangan

Pola ini, dimana usia mikroba usus yang lebih muda melawan risiko CVD yang disebabkan oleh disfungsi metabolik, menunjukkan adanya peran modulasi usia mikroba usus dalam kesehatan kardiovaskular pada orang dewasa lanjut usia yang tidak sehat secara metabolik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usia mikroba usus sebagai penanda biologis (biomarker) dapat menjadi prediktor risiko penyakit kardiovaskular yang baik.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *