Halmahera Utara, Beritasatu.com – Banyak pendaki di puncak Gunung Dokuno, Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, nyaris tersapu gunung berapi tersebut.

Read More : Pimpinan DPR Pastikan Tidak Ada Perubahan Nama Capim dan Dewas KPK

Video yang beredar di media sosial, salah satunya berasal dari akun @anak-esa, memperlihatkan para pendaki yang ketakutan turun dari puncak gunung utama setelah ledakan berakhir secara tiba-tiba saat mendekati poros.

Wakil Direktur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Hentje ML Hetharia, membenarkan kejadian tersebut kepada Beritasatu.com pada Selasa (20/8/2024). 

Hentje menjelaskan, pendakian tersebut dilakukan pada Sabtu (17/8/2024), bertepatan dengan perayaan HUT Pemerintah Indonesia ke-79. Namun pendakian ini tidak mendapat persetujuan dari pihak yang berkepentingan.

Terkait pendakian sekelompok pemuda di Kabupaten Halmahera Utara pada 17 Agustus 2024, aksi tersebut belum mendapat persetujuan dari pos pemantauan Gunung Dokuno, pemerintah desa, dinas pariwisata, pos SAR, oleh BPBD atau lembaga terkait lainnya. katanya. Hentje.

Ia juga mengatakan bahwa asal usul para pendaki tidak diketahui dan tindakan bodoh mereka di ujung lubang sangat berbahaya. Untungnya tidak ada seorang pun yang terlibat dalam kecelakaan ini.

“Kami belum tahu dari mana asalnya. Namun kami bersyukur tidak ada korban jiwa pasca erupsi Gunung Dokuno. Kami menyayangkan tindakan tersebut tidak mengikuti prosedur dan tidak mendapat izin dari pihak khusus,” ujarnya. .

Read More : Kuasa Hukum Ungkap Baim Wong Sudah Konsultasi dengan Keluarga Paula Verhoeven Sebelum Gugat Cerai

Hentje mencontohkan, BPBD mengimbau agar tidak melakukan pendakian pada jarak aman 3 kilometer dari gunung, sesuai instruksi kantor PVMBG di pos pengamatan gunung berapi Dokuno.

Ia meminta seluruh pendaki menghormati anjuran dan larangan tersebut karena Gunung Dokuno masih hidup dan terus meletus.

Dari video yang diunggah terlihat mereka berada sangat dekat dengan puncak Gunung Dokuno. Data pada 1 hingga 15 Agustus 2024 terjadi lebih dari 1000 kecelakaan dan kadar debu mencapai 100-600 meter dari lubang, ujarnya. .

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *