Toraja Utara, Beritasatu.com – Pencarian korban longsor di Jalan Trans Sulawesi kawasan Buntao-Rantebua yang menghubungkan Toraja Utara dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, terus berlanjut.
Read More : Hasil Barcelona vs Getafe: El Barca Jaga Rekor Sempurna
Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi jatuhnya pesawat, dan salah satu korban masih hilang.
Meski kawasan masih becek, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan sumber daya yang ada. Banyaknya pepohonan dan bebatuan menjadi salah satu kendala tim dalam pencarian korban.
Pada Sabtu, 27/4/2024, Sekretaris Daerah Provinsi Toraja Utara Salvius Pasang mengatakan, “Awalnya mereka menggunakan mobil, namun saat hendak menyeberang terjadi kecelakaan.”
Apalagi, Pemerintah Toraja Utara kini sudah menyiapkan banyak peralatan kebersihan yang disembunyikan di jalan tersebut, karena jalan tersebut merupakan pintu masuk dan sangat ramai dikunjungi masyarakat kedua wilayah tersebut.
โSekarang langkah-langkahnya sudah diambil secepat mungkin,โ lanjutnya.
Read More : Antam Hanya Produksi Emas Asli, Informasi yang Beredar Hoax
Di sisi lain, informasi korban ledakan di utara Toraja kini berjumlah 9 orang, rinciannya enam orang dirawat serius di rumah sakit, dua lainnya meninggal dunia, dan satu korban dirawat namun nyawanya bisa diselamatkan. tidak diselamatkan. Sedangkan satu orang lagi ditemukan tewas kemarin sore, satu orang masih hilang.
Lanjutnya, “Lima orang dirawat di Puskesmas Rantebua dan satu lagi dipindahkan ke Palopo. Kemudian satu orang dirawat di Puskesmas dan dipindahkan ke Elim (Rumah Sakit). Artinya, kini ada enam orang yang dirawat.”