Jakarta, Beritasatu.com – Pembagian Kementerian Pendidikan menjadi tiga kementerian pendidikan dasar dan menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, serta Kementerian Kebudayaan diharapkan dapat fokus pada tindakannya masing-masing. Khusus untuk kementerian

Read More : Kerahkan 5 Pesawat, Lion Air Siap Angkut 11.791 Jemaah Haji Indonesia

Popong Arifin, dosen Departemen Ilmu Komunikasi, Universiti Atma Jaya Yogyakarta (UAJ Yogya) mengatakan, ini bukan kali pertama kementerian dikucilkan di bidang pendidikan. Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dipisahkan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Oleh karena itu, proses reshuffle di kementerian harus bisa berjalan cepat, khususnya Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Satriyo Sumantri Brodjungur dan dua wakilnya, Fozan dan Stella Christi, yang ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto, katanya. kata Britsatu. .com, Jumat (1/11/2024).

Lebih lanjut, Profesor Satriyo juga merupakan seorang akademisi dan orang tua yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi. Sebagai dosen, ia berharap dengan pemisahan ini, Kemendikbudristek bisa fokus pada bidang yang lebih spesifik sesuai dengan tugas pokoknya.

“Misalnya pengawasan pada perguruan tinggi negeri berbadan hukum atau PTN-BH, sehingga tidak hanya mengejar keuntungan, tapi juga berperan besar dalam pelayanan publik,” ujarnya.

Popong menjelaskan, pemilihan Prof Satrio yang dipilih Prabowo merupakan pilihan yang tepat karena ia merupakan seorang akademisi sekaligus teknokrat. Selain itu, Profesor Satrio dibantu oleh Profesor Stella sebagai Wakil Menteri yang reputasinya diakui di dunia akademik internasional.

“Jadi saya berharap kepemimpinan mereka benar-benar bisa membawa perguruan tinggi Indonesia terkenal di dunia internasional, bukan sekedar slogan di tingkat dunia,” kata Popong.

Ia juga berharap para tenaga pengajar dapat dijauhkan dari berbagai permasalahan administratif yang dapat berdampak pada kelelahan akademik. Kementerian juga harus memantau secara ketat perguruan tinggi agar ilmunya bermanfaat dan berguna di tengah berbagai permasalahan sosial saat ini.

Read More : Pemerintah Pangkas Regulasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Ketika profesor bisa fokus pada penelitian, harapannya profesor tidak terjebak pada keuntungan palsu yang menghalalkan segala cara, termasuk publikasi di jurnal predator.

Dijelaskannya, Saya juga berharap Program Pendidikan Kampus Merdeka (MBKM) terus berlanjut, karena hal ini akan membuat kampus tidak terlalu jauh dari masyarakat dan juga melahirkan lulusan perguruan tinggi yang lebih peka terhadap dinamika yang ada di masyarakat.

Popong meyakini pencalonan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi akan efektif jika Prof Satrio dan Prof Stella menyelesaikan permasalahan birokrasi selama 100 hari kepemimpinannya.

Dijelaskannya, baik birokrasi di lingkungan kementerian maupun birokrasi antara kementerian dan universitas, menteri dan wakil menteri harus bisa berjuang dengan baik untuk memaksa ASN di kementeriannya memiliki visi dan cara pandang yang sama.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku penyelesaiannya bukan sekadar soal pembagian kursi, melainkan karena masih banyak permasalahan yang belum terselesaikan saat ini. Meski ada pembagian menteri, Prabowo mengimbau seluruh anggota kabinet bergerak bersama dengan satu tujuan karena pemerintah tidak bekerja sendiri. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *