JAKARTA, Beritasatu.com – Pemerintah menetapkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru di Bantan dan Batam. KEK di Bantan akan fokus pada pendidikan, teknologi, dan kesehatan internasional, sedangkan KEK Batam akan fokus pada pariwisata dan kesehatan internasional. Pengembangan kedua KEK baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor pendidikan dan kesehatan.
Read More : Penerapan Tarif Tinggi Kendaraan Listrik Tiongkok di AS Efektif 1 Agustus
Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEC Rizal Edwin Manansang mengatakan, setiap KEC harus fokus mengembangkan hal-hal tertentu.
Pada Kamis (10/10/2024), seperti dikutip Antara, Rizal mengatakan, “Hal ini akan berdampak signifikan terhadap perekonomian, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi.”
Kedua KEK baru ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024 dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2024 tanggal 7 Oktober 2024, lanjut Rizal.
“Upaya ini merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing perekonomian nasional melalui pengembangan sektor-sektor strategis,” ujarnya.
Rizal menjelaskan KEK Pendidikan, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten terletak di Kabupaten Tangerang. KEK bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan internasional dengan perkembangan teknologi digital yang disediakan oleh PT Surya Interwesa (SIW), anak perusahaan PT Bumi Serpong Damai (BSD), ini memiliki luas 59,68 hektar. .
KEK ini membayangkan pemulihan investasi sebesar Rp 18,8 triliun ketika sudah beroperasi penuh dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 13.446 orang.
MEZ akan menjadi pusat akademik internasional untuk Monash University, salah satu universitas terbaik ke-37 di dunia, di bidang penelitian, ekonomi digital dan kemudian pengembangan teknologi dengan tujuan 100 perusahaan start-up, layanan kesehatan terintegrasi. sektor jasa dan industri kreatif.
Read More : Asosiasi Sambut Baik Langkah Pemerintah Turunkan Biaya di Industri Pesawat
Sementara KEK Wisata Kesehatan Internasional Batam yang diluncurkan PT Karunia Praja Pesona diperkirakan menelan investasi hingga Rp6,91 triliun dengan potensi menyerap tenaga kerja sebanyak 105.406 orang.
Sebagai investor besar, Apollo Hospital India berkomitmen menyelesaikan pembangunan layanan medis berkualitas internasional dan meningkatkan wisata medis yang ditargetkan selesai dan beroperasi pada tahun 2026.
Dengan berdirinya KEK International Health Tourism Batam diharapkan dapat menghemat devisa hingga Rp500 miliar melalui kerja sama dengan Apollo Hospitals, penyedia layanan kesehatan swasta terbesar di India.
Apollo dikenal karena kemampuannya memberikan perawatan berkualitas internasional dengan harga bersaing.
Kehadiran Apollo di Batam mengkhususkan diri pada berbagai layanan medis seperti onkologi, kardiologi, neurologi serta perawatan bedah robotik, memberikan peluang perawatan kelas dunia bagi KEK.