IACARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah berencana untuk meningkatkan rasio pajak (rasio pajak) sebesar 18 persen dalam jangka menengah. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan pendapatan negara bagian sekitar 900 miliar rp per tahun.
Read More : Masuk Perkampungan Atlet Olimpiade Paris 2024, Ini Harapan Rinov/Pitha dan Jojo
Messenger khusus Presiden di sektor iklim dan energi, Hashim Djohadikusumo, mengungkapkan bahwa hubungan fiskal tahun ini adalah 12,1 persen. Namun, optimis bahwa Indonesia dapat mencapai angka yang lebih tinggi, merujuk pada hubungan fiskal Cambroyan sebesar 18 persen dan Vietnam, mencapai 23 persen.
“Bank Dunia mengatakan Indonesia dapat mencapai tarif pajak sebesar 18 persen. Artinya, ada $ 60 juta atau sekitar $ 900 miliar RP per tahun, dan itu sangat mungkin,” kata Hashim dalam “perspektif ekonomi 2025” di Westin Hotel Yakarta, Rabu (26/2/2025).
Mengenai tujuan hubungan fiskal, Hashim, yang juga adik laki -laki Presiden Pabowo Uncriandto, menekankan pentingnya optimalisasi fiskal sektor ekonomi yang belum terdaftar atau ekonomi bayangan. Menurutnya, sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan negara.
“Saat ini, nilai ekonomi Indonesia adalah sekitar 22.000 miliar rps. Jika kita menambahkan 25 persen hingga 30 persen dari ekonomi bayangan, nilai ekonomi dapat mencapai 27.000 rp hingga 28.000 miliar rp. Namun, 25 persen dari mereka belum terdaftar,” jelas Hashim.
Jika pemerintah dapat memperoleh tambahan 900 miliar rp per tahun, defisit fiskal dapat ditanggung, bahkan memungkinkan keuangan negara untuk mencapai surplus.
Read More : Pasar SUN Pekan Ini Akan Menarik karena Kebijakan PPN
Mengenai hubungan pajak target, Hashim menekankan bahwa, selain meningkatkan pendapatan pajak, manajemen pembicaraan negara juga harus lebih bijaksana. Anggaran yang tidak produktif harus dikurangi dan ditransfer ke program prioritas.
“Jika mereka dikelola dengan benar, kami tidak hanya menghindari defisit, tetapi kami juga dapat memperoleh surplus anggaran. Seharusnya tidak ada limbah atau kebocoran dalam pengelolaan keuangan negara,” katanya.