JAKARTA, BERITASATU.COM – Pemerintah mempertimbangkan strategi baru untuk menghilangkan rokok tembakau ilegal di Indonesia. Pemerintah belum terpengaruh secara signifikan, karena omset perokok ilegal masih banyak ditemukan.
Read More : Pemeriksaan Sopir Truk Pemicu Kecelakaan di Tol Ciawi Ditunda
ACHMAD NUR HIDAYAT, ekonom dan veteran UPN Jakarta mengatakan bahwa metode pemeliharaan pemerintah pemerintah, seperti tingkat tembakau hukum yang tinggi dan harga rendah rokok manusia, seperti alasan berkualitas rendah.
“Pemerintah membutuhkan strategi panjang untuk merokok, termasuk penyebaran dan pendidikan,” katanya (12/12/2012).
Menurut Ahmad, ada banyak langkah tentang pentingnya meningkatkan bahaya tembakau ilegal dan melegalkan pemerintah, termasuk pemerintah ilegal terhadap rokok. mendekati. “Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk lebih menerima pesan masyarakat karena berisi nomor lokal dan dialog langsung,” katanya.
Kedua, hukum dapat didorong untuk membuat rokok dengan harga terjangkau, tetapi masih sesuai dengan cukai dan standar kesehatan. Diversifikasi ini menawarkan konsumen alternatif tanpa beralih ke produk ilegal.
Ketiga, langkah -langkah hukum harus ditujukan untuk tidak hanya penjual, tetapi juga untuk produsen tembakau ilegal dan distributor besar. Ini dapat dibuat lebih efektif ketika dimungkinkan untuk mengganggu rantai produk ilegal di pasar.
Read More : Momen Kunto Aji Jadi Petugas Upacara Bendera HUT Ke-79 RI di SMA Semarang
Keempat, pemerintah harus menyerahkan petani tembakau. Saat ini, bahan baku tembakau ilegal berasal dari petani yang bukan milik produsen resmi.
“Pemerintah harus memastikan akses pasar ke petani tembakau, yang akan memungkinkan untuk mengurangi bahan baku, mengurangi bahan baku menjadi produsen ilegal,” kata Ahmad.
Akhirnya, selain perawatan tembakau ilegal, pemerintah juga membutuhkan gaya hidup sehat untuk mengurangi merokok. Kampanye ini dapat mencakup media, sekolah, dan komunitas lokal.