Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah dinilai harus aktif menarik investasi di sektor pertanian. Anggaran ketahanan pangan yang digelontorkan negara dalam 10 tahun terakhir disebut belum maksimal dalam meningkatkan produktivitas pangan.
Read More : Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Palmerah, Mendag: Alhamdulillah Bagus, Sudah Mulai Normal
Pengamat pertanian Center for Economic Reform (Core) Eliza Mardian mengatakan investasi di sektor pertanian perlu ditingkatkan untuk membangun infrastruktur pertanian yang mendukung dan memadai.
Oleh karena itu sudah saatnya kita memperbaiki sektor pertanian kita dan pemerintah aktif mengundang investasi dalam dan luar negeri, serta pengembangan sektor pertanian, kata Eliza, kepada Beritasatu.com. Rabu (21/8/2024).
Menurut Eliza, jika melihat tren investasi, investasi di sektor pertanian cenderung lebih sedikit dibandingkan sektor lainnya. Oleh karena itu, pemerintah dikatakan harus aktif mencari peluang dari kendala fiskal yang ada.
“Jadi pemerintah ini juga harus aktif, karena kalau dilihat dari sisi fiskal sangat terbatas. Jadi artinya solusi pembiayaan lain untuk sektor pertanian adalah dengan melancarkan investasi,” jelasnya.
Namun, kata Eliza, jenis investasi yang dilakukan pemerintah harus selalu dievaluasi terhadap masyarakat kecil, dalam hal ini petani, dari segi bisnis dan keadilan sosial.
Eliza menegaskan, pemerintah harus fokus membangun infrastruktur dasar pertanian, dibandingkan memberikan bantuan pribadi kepada pelaku sektor pertanian. Menurutnya, tanpa infrastruktur dasar yang baik maka sektor pertanian tidak akan berjalan maksimal.
Read More : Bank Mandiri Sambut Shin Tae Yong dengan Golden Visa, Buka Jalan Investasi Asing di Indonesia
“Meski bantuannya sangat besar, namun jika irigasi atau infrastruktur dasar tidak dibangun dengan baik maka dukungan itu tidak akan cukup. Jadi ke depan pemerintah akan mengkaji sektor pertanian,” ujarnya.
Selain upaya peningkatan investasi untuk mendukung infrastruktur pertanian, Eliza juga menilai pemerintah harus mengarahkan kembali kebijakan dan paradigma yang sangat menentukan pilihan kebijakan pemerintah.
“Pemerintah harus mulai menyasar sektor-sektor prioritas atau masyarakat prioritas,” ujarnya.