bencana

Prestasikaryamandiri.co.id – Pemerintah lagi ngebut ngejar target pembangunan hunian tetap atau huntap buat warga terdampak bencana di Sumatera. Isu ini bukan cuma soal bangunan, tapi soal harapan baru. Setelah rumah rusak, harta benda hilang, dan hidup berubah drastis, yang paling di butuhkan warga tentu tempat tinggal yang layak dan aman.

Read More : KPK Siap Pantau Ribuan SPPG Polri, Program MBG Jadi Sorotan

Komitmen ini di bahas serius dalam rapat koordinasi yang di pimpin langsung oleh Muhammad Tito Karnavian bersama Maruarar Sirait di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). Rapat ini fokus membahas percepatan pembangunan hunian tetap bagi korban bencana Sumatera supaya prosesnya nggak molor.

Skema Pembangunan Huntap,  Dari APBN Sampai Gotong Royong

Dalam pertemuan itu, Tito yang juga menjabat Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan kalau pembangunan huntap di lakukan lewat beberapa skema pembiayaan. Jadi nggak cuma bergantung pada satu sumber dana saja. Sebagian besar huntap di bangun lewat APBN oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dalam bentuk kompleks perumahan.

Konsepnya di buat terintegrasi, bukan sekadar bangun rumah, tapi juga lingkungan yang nyaman dan tertata. Sementara itu, untuk penyediaan hunian di luar kawasan kompleks, dukungan datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Artinya, pemerintah pusat dan lembaga terkait benar-benar kerja bareng supaya semua korban bisa dapat tempat tinggal.

Nggak cuma itu, dukungan lintas sektor juga ikut terlibat. Ada Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, sampai Badan Amil Zakat Nasional. Kolaborasi ini jadi bukti kalau penanganan pascabencana memang butuh kerja bareng, bukan jalan sendiri-sendiri.

Infrastruktur Pendukung Jadi Prioritas

Bangun rumah doang jelas nggak cukup. Pemerintah juga memastikan infrastruktur pendukung ikut di beresin. Mulai dari jaringan listrik, akses air bersih, sampai jalan masuk ke kawasan hunian tetap. Kenapa ini penting? Karena tanpa fasilitas dasar, rumah bagus pun jadi kurang maksimal. Pemerintah ingin begitu kunci diserahkan ke warga, rumah itu langsung bisa di tempati tanpa harus nunggu lama lagi.

Dalam rapat tersebut, berbagai kendala teknis juga di bahas. Mulai dari soal lahan, distribusi material, sampai koordinasi di lapangan. Semua di evaluasi supaya proses pembangunan hunian tetap korban bencana Sumatera bisa selesai tepat waktu.

Read More :

Baca juga: Deadpool & Wolverine Punya Post-Credits Scene Unik, Petunjuk Kelanjutan MCU?

Dukungan dari Yayasan dan Kepala Daerah

Tito juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang ikut membantu penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak. Kontribusi lembaga sosial seperti ini dinilai sangat membantu, apalagi saat kebutuhan di lapangan cukup besar. Selain menteri dan lembaga pusat, sejumlah pejabat daerah juga hadir dalam rapat tersebut. Ada Bobby Afif Nasution selaku Gubernur Sumatera Utara, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy.

Kehadiran mereka penting karena pembangunan huntap ini memang terjadi di wilayah masing-masing. Turut hadir juga Muhammad Qodari dan Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti. Data dan koordinasi lintas instansi jadi kunci supaya bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan pihaknya berusaha agar hunian tetap bisa segera diserahkan kepada rakyat dalam waktu dekat. Targetnya jelas, warga bisa kembali menjalani hidup normal secepat mungkin.

Langkah percepatan pembangunan hunian tetap korban bencana Sumatera ini menunjukkan kalau pemerintah ingin bergerak cepat dan konkret. Bukan cuma janji, tapi eksekusi di lapangan. Harapannya, huntap ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan awal baru bagi warga untuk bangkit lagi setelah musibah.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *