JAKARTA, BERITASATU.COM – Industri pengisian ulang global telah mencatat peningkatan tajam dalam jumlah kapal yang diadakan selama pemeriksaan pelabuhan PSC di berbagai negara. Sebagai tanggapan, upaya untuk mematuhi standar keselamatan internasional semakin kuat.

Read More : Kemenhub: Liputan Mudik Bantu Masyarakat Antisipasi Kemacetan

Staf spesialis menjelaskan kepada undang -undang Octo Iriarganto bahwa penangkapan sejumlah kapal disebabkan oleh masalah dalam sistem kekebalan api, peralatan penyelamatan mental, serta mengganggu mesin dan listrik kapal.

“Penahanan ini sering disebabkan oleh misi dan sistem listrik, termasuk kerusakan generator, peringatan dan kontrol,” kata Octo dalam sebuah pernyataan Senin (10/22/20).

Dia juga menekankan bahwa kapal Indonesia harus memenuhi standar keselamatan internasional. Ini mengacu pada daftar Organisasi Maritim Internasional (IMO), di mana Indonesia adalah anggota aktif yang terlibat dalam melindungi lingkungan laut.

Daftar IMO menekankan kepentingan dan pemeliharaan yang biasa, terutama untuk sistem mesin dan listrik kapal, sebagai salah satu langkah utama untuk mencegah penahanan kapal, menjaga kinerja kru yang lancar dan memastikan keamanan kru.

Pemeliharaan yang tepat dan berkala pada mesin dan sistem listrik tidak hanya membantu mencegah penahanan kapal, tetapi juga dapat mempertahankan integritas kru, melindungi lingkungan dan memastikan keamanan kapalnya.

“Ini dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan dan memastikan keamanan semua kru,” katanya.

Read More : Respons PKS Minta Diajak Gabung Pemerintahan, Prabowo Hanya Tersenyum

Di Cina, lebih banyak inspeksi berfokus pada sistem mesin dan listrik, yang sering memiliki masalah serius. Cacat ini sering terjadi karena kurangnya perawatan, usia mesin lama, penggunaan suku cadang yang tidak memenuhi standar, serta kesalahan dalam proses pelanggaran metode ini.

 

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *