Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN) membahas hasil rencana konversi subsidi listrik menjadi subsidi langsung (BLT) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Read More : Suasana Masjid Istiqlal Sambut Idulfiri 2025: Persiapan Salat Ied
“(Kami membahas) rencana terkait apa yang sedang dikaji pemerintah, termasuk subsidi listrik,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan, pemerintah masih menghitung manfaat jika subsidi listrik diubah menjadi BLT. “Kami sedang meneliti dan mendalami kompensasi seperti apa yang kami inginkan. Kami berharap ide ini bisa sampai ke masyarakat secara langsung. Pemerintah juga sedang melakukan penelitian,” ujarnya.
Sementara itu, dalam acara yang sama, Wakil Presiden DEN Mari Elka Pangestu mengatakan, rencana pengalihan subsidi energi ke BLT masih perlu dikaji. “Ini salah satu caranya, mungkin kita harus melihat beberapa cara dulu,” ujarnya.
Kajian tersebut, kata Mari, terkait inflasi, daya beli, industri, dan APBN. Ini harus dibaca dengan cermat untuk mengidentifikasi pilihan terbaik dan kapan menggunakannya.
“Apakah sekaligus? Apakah bertahap? Semuanya beda-beda hasilnya. Ini menurut saya yang dilakukan pemerintah dan kita punya peluang untuk menyediakan sumber daya,” kata Mari.
Read More : Ribuan Warga Nobar Timnas U-23 di Alun-alun Pancasila Kebumen
Kami mengingatkan Anda bahwa metode ini harus fokus pada tujuan utamanya, yaitu. agar pengobatannya tepat. “Tujuan utamanya adalah membantu masyarakat berpenghasilan rendah secara langsung,” ujarnya.
Dia mengatakan perubahan kebijakan dapat mencakup pengurangan biaya melalui subsidi, subsidi langsung, atau konsolidasi. “Keputusannya masih harus dijajaki. Saya kira saat ini kita tidak hanya bisa melihat masyarakat miskin, yang berpendapatan rendah, tapi juga kelompok berisiko miskin dan kelas menengah,” jelas Mari.