MALANG, BERITASATU.COM – Pembunuh seorang siswa bernama Ahmad Husaini (25), penduduk Pandak Hamlet, desa Kademanmangan, Distrik de Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (17/2025) yang diberikan kepada polisi.
Read More : Pilwalkot Cirebon: Komunitas Kang Reza Center Dukung Paslon Eti-Suhendrik
Mahasiswa pembunuh itu diangkat menjadi Muhammad Fikri (26), seorang penduduk Kaliburgur Hamlet, desa Sukosari, distrik Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Kasihumas Malang, AKP Bambang Subinar, mengungkapkan bahwa peristiwa pembunuhan telah dimulai dengan minuman antara korban dan penyerang dan teman -temannya di depan C&C (mencuci mobil dan kopi) mencuci distrik Gondanglegi, Malang.
Dia menjelaskan bahwa ketika penyerang pergi ke toilet, korban segera memasuki kamar mandi terlebih dahulu.
Kemudian korban tiba -tiba menarik pakaian pemukim dan memukulnya sampai dia jatuh. Para penyerang yang kesal segera menarik pisau yang dikenakannya dan menikam perut korban.
“Para penulis yang menyala segera dengan senang hati menerbitkan pisau dan menikam korban,” kata AKP Bambang selama konfirmasi pada hari Minggu (18/05/2025).
Dia menjelaskan bahwa setelah menikam korban, penyerang mengambil pisau di kaki, punggung dan kepala 10 kali sampai kematian korban.
Read More : Ketua Komisi XII DPR: Belum Ada Larangan BBM Subsidi untuk Ojol
“Setelah insiden itu, penulis kembali ke rumah, lalu pergi ke markas polisi Gondanggeglegleglegleg. Polisi juga segera melakukan pencarian dan menemukan pisau yang digunakan untuk menyelesaikan korban,” tambah Bambang.
Bukti yang dijamin termasuk pisau sepanjang 30 cm, penulis dan pakaian para korban, empat botol anggur Bali, serta barang -barang pribadi korban, seperti kalung, rokok, dan uang.
Para penulis telah dijamin di Pusat Penahanan Polisi Malang. Dia dituduh oleh Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan / atau pasal 351 paragraf (3) mengacu pada penganiayaan yang menyebabkan kematian.
“Kami masih menyelidiki kasus ini. Pemeriksaan penulis dan saksi masih sedang berlangsung untuk mengklarifikasi kronologi dan alasan penganiayaan yang membunuh korban,” pungkas Bambang tentang siswa pembunuh Malang.