Jakarta, Beritasatu.com – PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo dan 12 perusahaan pelat merah meluncurkan proyek BUMN Pelita Warna Tahap 2 pada tahun 2024. Proyek tersebut merupakan proyek banyak perusahaan pelat merah untuk memberikan kebaikan dan stabilitas kepada masyarakat, khususnya pemasyarakatan. narapidana (WBP) Lapas Cipinang.
Read More : Utang Indonesia Masih Aman, Disiplin Fiskal Jadi Kuncinya
Pelindo berkomitmen meningkatkan taraf hidup dan pemberdayaan masyarakat, khususnya warga yang dilayani Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, Jakarta Timur.
“Ini merupakan wujud kemampuan BUMN dalam memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kita dapat membuka peluang baru dan memberikan harapan bagi warga opportunity,” ujar Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN. , Edi Eko Cahyono, dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (26/6/2024).
Selain Eddie, turut hadir Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, R Andika Dwi Prasetya, Kepala Lapas Cipinang, Enget Pulungan Doa Manik, dan Febrianto Zenny selaku Kepala Bagian. dari TJSL Pelindo yang juga merupakan PIC program dan pimpinan TJSL serta perwakilan dari 12 BUMN yang bekerja sama.
Febrianto mengapresiasi kesungguhan kemitraan BUMN. Menurut Febrianto, banyak kalangan yang menginspirasi program tersebut saat memasuki tahun kedua. Namun semangat dan semangat warga binaan dan BUMN koperasi masih kuat dan terus berkembang.
“Ini bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, mereka bisa mengubah hidupnya menjadi lebih baik,” kata Febrianto.
Ia berharap proyek tersebut tidak hanya berakhir sebagai proyek jangka pendek, namun menjadi awal dari perjalanan panjang menuju perubahan positif dan abadi bagi para penghuni Lapas Sipinang.
“Kerja sama dan dukungan berbagai kelompok diperlukan agar lebih transparan bagi para narapidana,” kata Febrianto.
Sementara itu, Kepala Dinas Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta R Andika Dwi Prasetya mengatakan, hasil kerja tersebut menunjukkan bahwa dengan bantuan dan dukungan yang tepat, para Narapidana dapat mencapai perubahan positif dan berpartisipasi dalam masyarakat.
Direktur Lapas Sipinang, Enget Pulungan Doa Manik yang menjadi penanggung jawabnya, menekankan pentingnya program tersebut bagi kesejahteraan para narapidana.
“BUMN Pelita Warna telah membawa banyak perubahan positif bagi Lapas Cipinang. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan dan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga mendukung kami untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan baik bagi para narapidana,” ujarnya.
Read More : Penggemar yang Mencoba Mencium Jin “BTS” Dilaporkan ke Polisi
Sadarilah bahwa program ini mencakup berbagai program lingkungan, ekonomi dan pendidikan. Di bidang lingkungan hidup, antara lain merehabilitasi toilet dan infrastruktur menjadi ramah lingkungan dengan bio septic tank dan sumber energi melalui biodigester.
Selain itu, penerapan pertanian terpadu memadukan tanaman dan peternakan untuk memastikan masyarakat binaan memiliki akses terhadap pangan sehat dan bergizi.
Selain itu, di bidang ekonomi, proyek ini dirancang untuk mendukung kemandirian narapidana dan berbagai cara. Roti, kopi, dan kerajinan tangan yang dihasilkan warga binaan hasil proyek Pelita Warna Tahap 1 tahun 2023 akan dipasarkan melalui pelatihan dan dukungan pemasaran pada proyek Tahap 2 tahun 2024.
Bantuan pengemasan dan branding pada kopi dan baking akan meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk di pasar.
Program ini juga menyediakan peralatan usaha kerajinan seperti mesin laser dan peralatan pengemasan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerajinan tangan.
Kemudian di bidang pendidikan, tahap kedua anti narkoba, rehabilitasi Pusat Pembelajaran Masyarakat (PKBM), dan pelatihan keterampilan MS Office.
Kegiatan-kegiatan ini membekali narapidana dengan keterampilan penting yang dapat mereka gunakan ketika mereka dibebaskan.
BUMN yang terlibat adalah PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pegadaian, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, Perum Penyedia Jasa Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia, PT Nindya. PT Taspen (Persero), PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Penjaminan Kredit Indonesia.