Tagegerang, Berthatat.com-Pelatih Timnas Indonesia U-17 Niva Arianto mengaku sudah ketiga kalinya tampil di grup Asia. melawan Australia, berakhir dengan hasil imbang -0.

Read More : Piala Uber 2024: Menang, Apri/Fadia Puji Ganda Uganda

“Di babak kedua kami menggunakan strategi yang sama, tetapi Australia melakukan semuanya. Perubahan ini harus kami lakukan, kami tidak lolos (Asia),” kata Nova di Bandara Shiekarno-Hatata, Selasa (29 Oktober 2024).

Di babak kedua, Insinyur dan Timnas Australia tampak lolos ke Kudeta Asia 2025 sambil menunggu serangan India. Saat ini Australia sendiri lebih kekurangan obat bola dalam pertahanannya.

Nova menuturkan, rencana tersebut meski permainan sepak bola dinilai bukan permainan yang adil. Sebab jika anak pemain menyerang, ada peluang tertagih.

“Karena kalau kita coba main dan kumpulkan, kita tidak akan lolos ke kualifikasi (Asia Asia). Tapi kalau kita hentikan sepak bola, tapi kita perlu banyak hal yang diputuskan. Tunggu saja dengan sabar,” jelasnya.

Nova tahu betapa bagusnya pemain Australia. Namun saya tidak takut timnya bahkan di babak pertama mengancam gawang musuh. 

Read More : Singapore Open 2024: Atasi Ganda Denmark, Fajar/Rian Melaju ke Final

Notba menyadari performa timnya kurang memuaskan publik. Meski demikian, ia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung timnya selama ini.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas dukungan pertama untuk U-17. Tapi saya memahami apa yang dipikirkan masyarakat, dan apa yang membuat masyarakat senang dengan hasil kemarin, dan saya sangat senang. Maklum, saya sangat senang bisa lolos ke Piala Dunia. Piala Asia. Sekali lagi saya minta maaf atas hasil kemarin, tapi lebih baik kita lolos ke Piala Asia,” ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *