Chelm, Beritasatu.com – Pekerja yang merenovasi taman bekas istana uskup di Chelm, Polandia, menemukan dua kuburan dengan tulang anak-anak di dalamnya. Namun ada yang aneh pada salah satu jenazah yang diyakini berasal dari abad ke-13.
Read More : Donald Trump Tunjuk Mantan Lawannya Jadi Menteri Luar Negeri Amerika
Cara dia dikuburkan menunjukkan bahwa itu bukanlah cara yang biasa. Sebab kepalanya terpenggal dari badannya dan tengkoraknya terbalik. Beberapa batu berat diletakkan di tubuhnya. Semua ini mengarah pada praktik yang dikenal sebagai penguburan anti-vampir.
Menurut arkeolog Polandia Pawel Wira, metode ini digunakan pada Abad Pertengahan untuk mencegah orang mati, yang diyakini sebagai entitas setan atau vampir, bangkit kembali. Mereka diduga tidak akan bisa bertahan hidup karena dikubur terbalik menghadap tanah.
Sedangkan anak kedua dimakamkan secara adat. Namun, hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan tentang adanya praktik penguburan yang berbeda di lokasi yang sama.
Penemuan ini membuat para arkeolog mencurigai adanya kuburan tidak berdokumen di daerah tersebut.
Dari abad ke-13 hingga ke-17, merupakan hal yang lazim di wilayah tersebut untuk menguburkan orang-orang yang dicurigai sebagai vampir dengan tindakan khusus untuk mencegah kebangkitan kembali.
Read More : Melihat Prospek CBDK, Anak Usaha PANI yang Bakal Melantai di Bursa Awal Pekan
Pada Agustus 2023, di dekat Chelm, jenazah seorang anak lainnya, berusia sekitar lima atau enam tahun, juga ditemukan terkubur tertelungkup. Mayatnya berasal dari abad ke-17, dengan tanda-tanda yang jelas dari penguburan anti-vampir.
Pada tahun 2022, seorang wanita ditemukan tewas dengan gunting di tenggorokannya di pemakaman yang sama. Semua ini menunjukkan ketakutan terhadap vampir dan keyakinan akan kemungkinan kebangkitan selama berabad-abad di Eropa Timur.