Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto berkesempatan menghadiri acara pelantikan Penjabat Gubernur pada Jumat (17 Mei 2024) di Gedung Kementerian Dalam Negeri Sasana Bhakti Praja. Dalam kesempatan itu, salah satu pejabat kelas satu Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yakni Deputi Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Mohammad Rudi Salahuddin, dilantik menjadi Pj Gubernur Gorontalo.
Read More : AstraPay Luncurkan Kompetisi Jurnalistik 2025, Ajak Publik Bahas Inovasi Digital dan Isu Keberlanjutan
“Tentunya saya berterima kasih kepada Mendagri dan Presiden yang telah memberikan kepercayaan kepada salah satu pejabat pertama di Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menjadi Pj Gubernur daerah Ini juga akan menguntungkan kementerian,” kata Koordinator Airlangga.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, selain Wakil Menteri Rudi, melantik Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir sebagai Pj Gubernur Malut, Sekda Banten Al Muqtabal sebagai Pj Gubernur Banten, Direktur Politik dan Ditjen Banten. resmi dilantik. Bakhtiyar Baharuddin, Kementerian Dalam Negeri, akan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Barat, dan Zudan Arif Fakhrulo, Direktur Jenderal Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), akan menjabat sebagai Pj Gubernur Sulawesi Selatan. Upacara pelantikannya berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 60/P Tahun 2024.
Menko Airlangga juga memberikan penjelasan kepada wartawan mengenai tujuan pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk mencapai “Indonesia emas” pada tahun 2045 dan keluar dari jebakan pendapatan menengah, dimana pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%. -7% per tahun selama 20 tahun ke depan.
“Dalam hal pertumbuhan ekonomi, tentunya kita menargetkan Indonesia emas dengan pendapatan per kapita sebesar USD 30.000 pada tahun 2045. Dari sini, sesuai RPJMN, harus mencapai USD 10.000 pada tahun 2030. Kita tahu bahwa untuk mewujudkan hal tersebut, maka pertumbuhan ekonomi harus mencapai USD 10.000 pada tahun 2030. ratenya harus di atas 6, 7, sampai 8%,” tutup Menko Airlangga.
Read More : Golkar: Tak Ada Matahari Kembar, Presiden Saat Ini Prabowo Subianto
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri dan perwakilan pemerintah daerah.