Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Komunikasi dan Digitisme (Menkomkogi) Meutya Hafid mempresentasikan laporan terbaru tentang permainan konjungtif yang melibatkan pekerja di kementerian mereka kepada Komisi Perwakilan I, pada hari Selasa (11/5/2024). Dengan suara yang mengejutkan, Meutya menggambarkan acara tersebut sebagai “pil pahit” untuk layanan yang dipimpinnya.
Read More : Cara Mencuci Kebaya agar Tidak Mudah Rusak
“Ini adalah pil yang pahit. Karena lingkungan juga terpukul, Tuan, kemarin polisi datang ke gedung Kemenkomigi), ada 40 hingga 50 orang,” kata Meutya Hafid di Komisi Perumahan di Ruang Konferensi, Jakarta, pada hari Selasa (11/5/2024).
Namun, Ketua Komisi Komisi Perwakilan I menekankan untuk periode 2019-2024 bahwa partainya akan sepenuhnya mendukung proses investigasi yang dilakukan oleh polisi terkait dengan 11 karyawan Kemenkomigi yang dicurigai dalam kasus permainan gegar otak.
“Setiap kali polisi harus datang, tidak peduli mereka harus datang dan menyelidiki di kantor kami, sebagai cara tanggung jawab, kami akan membuka pintu seluas mungkin,” kata Meutya.
Meutya menambahkan, dia telah memberikan instruksi kepada semua karyawan dalam kementeriannya untuk mendukung penegakan hukum saat menyelesaikan permainan. Selain itu, 11 staf Kemenkomdigi yang terlibat dalam kasus game juga sementara dinonaktifkan.
Read More : Kasus SPPD Fiktif, Polisi Sita Barang Mewah dari Tenaga Harian Lepas di Sekwan Riau
Dia menekankan, bagaimanapun, bahwa dia masih akan menghormati prinsip tidak bersalah, untuk mengabaikan rasa tidak hormat hanya setelah proses hukum selesai dan diputuskan di Inkrah.
“Sekali lagi, ini adalah pil yang pahit, tetapi harus dilakukan sebagai cara keteguhan kita untuk memperbaiki kesalahan dalam diri kita,” kata Meutya.