Jakarta, Beritasatu.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengumumkan telah diperintahkan untuk menerbitkan obligasi senilai Rp41,6 triliun mulai 30 September 2024. Obligasi tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Read More : Mahasiswa ITB Penerima Beasiswa UKT Wajib Kerja Paruh Waktu untuk Kampus
Martin Pandiangan, Analis Pefindo, menjelaskan ada lima sektor yang umum selama mandat tersebut, yakni pasta, pertambangan, perbankan, multifunding, dan holding.
“Dari kewajiban Rp41,6 miliar yang kami terima, industri pulp dan kertas serta pertambangan menduduki peringkat pertama di antara perusahaan-perusahaan yang dijadwalkan menerbitkan surat utang,” jelas Pefindo Media Update, di Jakarta, Kamis. (24). /10/2024) dikutip Investor Daily.
Menurut Martini, kedua sektor tersebut masih berperan penting dalam penghimpunan dana di pasar modal, setelah perbankan dan banyak investasi.
Berdasarkan jenis instrumennya, surat utang yang paling banyak diterbitkan adalah penerbitan obligasi masyarakat (PUB) sekitar Rp24 triliun, disusul sukuk PUB senilai Rp5,7 miliar, dan obligasi biasa senilai Rp5,4 miliar. Sisanya terdiri dari berbagai instrumen kredit lainnya yang dirancang di berbagai sektor industri.
Read More : Pasar Saham Asia Hari Ini Beragam
Selain itu, Pefindo menyebutkan penerbit terbanyak berasal dari perusahaan non-BUMN sebanyak 18 perusahaan dengan total nilai Rp 29,4 miliar. Sedangkan BUMN, BUMN, dan BUMN berencana memberikan penjaminan total Rp 12,2 triliun melalui 14 perusahaan.
“Angka tersebut menunjukkan masih banyak potensi di pasar modal yang belum terealisasi, terutama pada sektor industri yang berencana mencatatkan surat utang,” kata Martin.