Jakarta, Beritasatu.com – Peduli lingkungan untuk mengatasi masalah krisis iklim, PT Lippo Karavasi Tbk. (LPKR) membeberkan rencana jangka panjang dalam Agenda Berkelanjutan hingga tahun 2030.

Read More : Sri Mulyani: Pajak Jadi Insentif untuk Merangsang Perekonomian

Seperti diketahui, LPKR pada awal tahun 2023 meluncurkan Agenda Keberlanjutan 2030 yang menetapkan target ESG yang terukur untuk meningkatkan kinerja dan transparansi terkait dampak iklim, dampak sosial, dan tata kelola perusahaan.

John Riadi, CEO LPKR Group, mengatakan dalam lingkungan perekonomian global yang terus dinamis pada tahun 2023 akibat perubahan iklim dan ketidakpastian perekonomian di masa depan, faktor keberlanjutan menjadi landasan ketahanan bisnis.

“LPKR meyakini keberlanjutan merupakan strategi yang sangat penting yang dapat memberikan penciptaan nilai dan pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan kami,” ujarnya, mengutip dari keterangan resmi, Jumat (3/5/2024).

Lebih lanjut, LPKR menekankan integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis inti, pekerjaan dan manajemen risiko, untuk memastikan bahwa direksi dan tim manajemen perusahaan menerapkan pendekatan holistik.

“Pendekatan ini menggabungkan berbagai aspek ESG dalam bisnis, sekaligus meningkatkan potensi peningkatan efisiensi dan peluang baru,” kata John.

Sepanjang tahun, LPKR juga secara aktif melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap prioritas organisasi, khususnya untuk memastikan bahwa tujuan dan rencana aksi grup diterjemahkan ke tingkat unit bisnis.

Sebagai perusahaan yang berwawasan ke depan, LPKR berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan dan mencapai dampak positif berskala besar bagi masyarakat Indonesia di seluruh nusantara, termasuk generasi mendatang.

Read More : Pesta Diskon Hebat di BTV Semesta Berpesta Bogor! Mobil Baru, Dana Tunai, Asuransi, Semua Ada!

LPKR memiliki agenda keberlanjutan pada tahun 2030 yang mengartikulasikan ambisi ESG perusahaan melalui hasil nyata yang bermanfaat bagi pemangku kepentingan dan meningkatkan akuntabilitas.

LPKR berkomitmen penuh untuk mendukung dan mempercepat Agenda Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia 2030 dan bertujuan untuk menjadi pemimpin di bidang ESG di Indonesia.

Kinerja ESG LPKR pada tahun 2023 dibandingkan target tahun 2030 dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Misalnya saja dari sisi emisi operasional, pada tahun 2023 LPKR menurunkan intensitas emisi bangunan sebesar 28% dengan baseline sebesar 0,176 ktCO2e/m2 ​​pada tahun 2019. Pada tahun 2030, LPKR menargetkan penurunan intensitas emisi bangunan sebesar 15%. dan pada tahun 2035 sebesar 35%.

Dalam pengelolaan air, LPKR mengidentifikasi 24% konsumsi air dari sumber air berkelanjutan pada tahun 2023. Diharapkan pada tahun 2030 konsumsi dari sumber air berkelanjutan mencapai 20%. Dalam hal pengolahan air, LPKR telah mencapai peningkatan volume air yang diolah dari sumber air berkelanjutan sebesar 139% pada tahun 2023 dari baseline sebesar 520.000 m3 pada tahun 2019. Pada tahun 2030, perusahaan bertujuan untuk meningkatkan volume air yang diolah dari air berkelanjutan. sumber. Akar mencapai 30%.

Terakhir, dari sisi pengalihan sampah, LPKR mengalihkan 3.200 ton sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) pada tahun 2023. Pada tahun 2030, LPKR menargetkan realisasinya dua kali lipat (baseline) menjadi sekitar 1.400 ton pada tahun 2022.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *