Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengkritik mahalnya biaya pendidikan.

Read More : Hari Ini, Partai Golkar Gelar Pleno Pilih Plt Ketum Pengganti Airlangga Hartarto

Hal ini tercermin dari isu terkait kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa baru pada sistem SNBP 2024.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V PDIP pada Minggu (26/5/2024), di Stadion Internasional Beach City, Ancol, Jakarta Utara.

Megawati di awal menyampaikan pentingnya pola pembangunan yang terencana secara universal seperti yang digagas Presiden Ir Soekarno.

Menurut Megawati, masih banyak masyarakat Indonesia yang berkekurangan. Hal ini menjadi pertimbangan dan masuk dalam rekomendasi eksternal Rakernas V PDIP.

“Dulu, kalau dilihat dari situasi politik (ada), bagaimana mungkin masyarakat mau pintar-pintar saja dan minta bayar banyak? Berapa banyak orang yang kaya dibandingkan warga kita yang tidak punya apa-apa?” ujar Megawati.

Read More : Buka Perdagangan BEI 2025, Sri Mulyani Sampaikan Pesan Prabowo untuk Jaga Indonesia

Soal biaya UKT, hal itu tertuang dalam imbauan eksternal yang dibacakan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.

Pada poin ke-13, PDI Perjuangan meminta pemerintah menurunkan biaya UKT bagi mahasiswa.

Melihat kisruh yang terjadi di berbagai kampus akibat besarnya kenaikan biaya pendidikan (UKT) dan biaya pengembangan lembaga (IPI), Rakernas V PDIP menugaskan Kelompok DPR PDI Perjuangan untuk mendorong pemerintah menaikkan angka tersebut. menekan biaya pendidikan tinggi secara tinggi melalui revisi Keputusan Mendikbud no 2 tahun 2024,” tegas Puan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *