Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin menanggapi rencana Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang ingin membentuk kelompok khusus pemulihan PKB. Terkait rencana tersebut, Ketua PKB Muhaimin Iskandar mengatakan PKB diciptakan NU untuk seluruh masyarakat dan negara Indonesia, bukan untuk NU sendiri.ย
Read More : Herindra Dinilai Cocok dan Strategis Jadi Kepala BIN Gantikan Budi Gunawan
Hal itu diungkapkan Cak Imin, seruan Muhaimin saat memberikan pelatihan kepada seluruh anggota legislatif PKB asal Aceh, Sumut, Sumbar, Kepri, dan Sekolah Kepemimpinan Perubahan Wilayah 4 Riau di Berastagi, Karo, Sumut, Jumat (26/7/2021). 2024).ย
Jadi (PKB) bukan untuk NU pribadi, tapi untuk seluruh bangsa Indonesia, bangkitkan Merah Putih untuk kejayaan Indonesia, kata Cak Imin.
Untuk itu, kata Cak Imin, PKB juga ditulis oleh para pekerja dan pemimpin non-Muslim. Menurutnya, hal ini menjadi contoh kehidupan PKB bagi seluruh masyarakat Indonesia.
โHal ini membuktikan bahwa PKB adalah untuk seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, mari kita persiapkan bahwa segala upaya yang kita lakukan, setiap waktu yang kita keluarkan, adalah untuk kemaslahatan rakyat Indonesia yang sesungguhnya. . Hormat kami, karena kami Merah Putih tidak terbang karena Dia. dipuja, dia tidak terjatuh karena dikritik,โ jelas Cak Imin.
Diketahui, PBNU bersiap membentuk kelompok beranggotakan lima orang atau semacam kelompok khusus (pansus) sebagai upaya menebar sejarah, dengan kembalinya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kepada pemilik haknya, yakni PBNU. .
Read More : Profil Diaz Hendropriyono yang Hadiri Panggilan Prabowo Subianto
Sekjen PBNU Gus Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, kini elite PKB dinilai banyak melontarkan pernyataan yang berbeda dengan fatsun di awal terbentuknya PKB. Bahkan, disimpulkan telah ada upaya dan kerja nyata elite PKB untuk menjauhkan PKB dari model NU.
Langkah ini setelah melihat sejarah elite PKB. Ada tanda-tanda mereka akan lepas dari sejarah terbentuknya PKB, kata Gus Ipul. Jumat (26/7/2024).