Vatikan, Beritasatu.com – Paus Fransiskus pada Jumat (30 Agustus 2024) mengimbau masyarakat di seluruh dunia untuk lebih menjaga lingkungan. Pemimpin Katolik ini mengungkapkan hal tersebut menjelang perjalanannya selama 12 hari ke Asia Tenggara minggu depan.

Read More : Kanselir Austria Karl Nehammer Mundur setelah Gagal Bentuk Koalisi Pemerintahan

Dalam kunjungannya, Paus Fransiskus menyerukan tindakan global melawan perubahan iklim. “Jika kita mengukur suhu planet ini, maka kita akan mengetahui bahwa sedang terjadi pemanasan global,” kata Paus Fransiskus melalui pesan video. Dia sakit.’ 

“Kita harus berkomitmen untuk melindungi alam dan mengubah kebiasaan pribadi dan sosial kita,” ujarnya.

Setiap bulan, Paus merilis pesan video yang mengumumkan niat doanya untuk bulan tersebut. Tema bulan September adalah “Biarkan bumi menangis”.

Pemimpin Gereja Katolik berusia 87 tahun itu akan mengunjungi Indonesia, Papua Nugini, Timor Timur, dan Singapura Senin depan.

Paus Fransiskus telah menekankan pentingnya masalah lingkungan hidup selama 11 tahun masa kepausannya. Setiap negara yang mengikuti tur pada tanggal 2-13 September 2024 menghadapi risiko pemanasan global, termasuk kenaikan permukaan air laut dan gelombang panas serta topan yang semakin parah dan tidak dapat diprediksi.

Read More : Syaifullah Tamliha: Yang Paling Pertama Kali Bertobat Adalah Romy Sendiri

Dalam video tersebut, Paus Fransiskus mengatakan bahwa perubahan iklim tidak hanya membutuhkan tindakan lingkungan hidup tetapi juga tindakan sosial, ekonomi dan politik.

“Yang paling terkena dampak bencana ini adalah masyarakat miskin, mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena banjir, gelombang panas atau kekeringan,” kata Paus.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *