Jakarta, Newsrucial.com – Paus Francis memulai hari ketiga untuk mengunjungi Jakarta dengan mengunjungi masjid Intiqlal, Jakarta. Paus itu juga mengunjungi terowongan ramah yang menghubungkan masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Santa Maria dinamai di langit.

Read More : Pengusaha Mal Sebut Libur Panjang Dongkrak Industri Pariwisata

Paus pergi ke tenda besar yang didirikan di daerah masjid untuk menjaga pidato di depan para pemimpin agama lainnya. Baca ayat dari al-Qati dan Injil Luca di masjid intiqlal di Jakarta menambah kesan saudara religius di Indonesia.

Dalam pidato, sikap mengatakan mereka dikeluarkan ke terowongan, yang dianggap sebagai simbol yang signifikan dan menghubungkan dua tempat ibadah. Paus Francis mencapai Masjid Intiqlal, Jakarta, Kamis 5 September 2024. – (Merritasatu.com/thomas Rizal)

“Terowongan ini memungkinkan pertemuan, dialog, dan kesempatan seperti waktu-nyata untuk menemukan dan menunjukkan spiritualitas hidup bersama, bercampur,” Paus Francis.

Paus Francis berharap bahwa terowongan yang ramah dapat menjadi forum bagi komunitas agama untuk bepergian bersama dan membuat persahabatan yang membawa manusia yang lebih ringan.

“Saya secara optimis bahwa manusia dapat hidup dengan harmoni, damai dan terbuka. Terowongan ini bisa menjadi simbol yang damai,” kata Paus Francis.

Paus Francis juga berdoa agar Tuhan, Sang Pencipta, memberkati semua orang yang melintasi terowongan dengan persahabatan, harmoni, dan akhirnya. Paus juga disebutkan dalam moto Indonesia, “persatuan dalam berbagai” ketika pidato selesai.

“Dengan bantuan dan berkah Tuhan, mari kita lanjutkan, kesatuan berbagai. Yang berbeda, tetapi masih”, dia berakhir. Paus Francis disertai oleh Imam Besar di Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar sementara saya akan meninggalkan Masjid Istiqlal, Jakarta, 5 September 2024. – (Pain -Thomas.

Read More : Anindya Bakrie Bakal Lapor ke Jokowi dan Audiensi ke Presiden Terpilih Seusai Terpilih Jadi Ketum Kadin

Imam besar di masjid Iptiqlal, Nasaruddin Urar, menjelaskan Paus Fransiskus Trounnel Trout 33,8 meter. Terowongan ini tidak hanya menghubungkan dua rumah kultus kultus, tetapi juga berisi simbol seni yang mewakili toleransi agama di Indonesia.

“Harapan kami dengan apa yang ditransmisikan paus. Semoga bilah kelimpahan akan menjadi jembatan, tidak hanya di antara umat Katolik dan Islam,” Nasaruddin Umar.

Indonesia adalah negara dengan banyak agama yang mengakui enam agama resmi, yaitu Islam, agama Katolik, protesis, Buddha, Hindu dan Concuci. Indonesia juga merupakan tuan rumah 8,5 juta Katolik.

Kamis (09/05/2024) Sore, Paus Francis harus memandu Akbar ke Stadion Bung Karno, Jakarta. Paus akan meninggalkan Indonesia pada hari Jumat (09/06/2024) untuk pergi ke Papua Nugini.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *