Temanggung, Beritasatu.com – Jawa Tengah; Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung melakukan simulasi pemungutan dan penghitungan suara. Selain untuk mempercepat proses pemungutan suara serentak pada tahun 2024, aksi ini juga bertujuan agar masyarakat benar-benar mengetahui tata cara pemungutan dan penghitungan suara yang benar.

Read More : Pilkada Kota Semarang 2024, Bawaslu: Potensi Terjadi Money Politics Tinggi pada Masa Tenang dan Hari Pencoblosan

Bertempat di balai Desa Madureso, Kecamatan Temanggung, ratusan calon pemilih mengikuti pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Temanggung. 

Dengan melakukan simulasi ini, warga langsung berlatih saat benar-benar memilih. Warga negara menerima surat suara mereka; Pengecoran dilakukan dengan diawali dengan voting dan mencelupkan jari ke dalam tinta. Simulasi diakhiri dengan penghitungan suara.

Baca: KPU Temanggung Punya 80 Orang Penanggung Jawab Penghitungan Suara Henry Sofyan Rois, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung, mengatakan, inisiatif mencoblos dan menghitung suara ini bertujuan untuk melatih warga mengetahui tata cara memilih yang benar. Demi kelancaran pilkada berikutnya pada tahun 2024.

“Simulasi ini tujuannya untuk latihan atau praktek pemungutan dan penghitungan suara. Kita akan praktikkan langsung proses pemungutan dan penghitungan suara untuk pemungutan suara yang akan kita adakan pada 27 November 2024,” kata Henry saat ditemui di TPS. Simulasi penghitungan Minggu (11/2024).

Henry tidak hanya memberikan pengetahuan praktis langsung; Kegiatan ini juga merupakan kesempatan untuk melibatkan masyarakat luas dengan KPU dalam proses pemungutan suara yang tepat. Simulasi ini bertujuan untuk mendeteksi potensi permasalahan, sehingga dapat diperbaiki atau dihindari pada saat pemungutan suara.

Read More : Hadapi Munchen di Kandang, Ancelotti Tuntut Kecepatan dan Intensitas Pemain Madrid

“Dengan melakukan simulasi ini, nanti kita akan mengetahui apa saja kekurangan dalam pemungutan suara dan memperbaikinya. Simulasi ini juga akan kita rekam dalam bentuk video dan hasilnya akan kita kirimkan ke calon KPPS lainnya. Saya punya gambaran bagaimana cara pemungutan suara. , ”katanya.

Sementara itu, Alfi Suwarti, warga Desa Madureso mengaku sangat senang dengan pola pemungutan suara tersebut. Menurutnya, dengan adanya gambar tersebut warga mengetahui tata cara pemungutan dan penghitungan suara yang benar. 

Menurutnya, surat suara kali ini lebih kecil dibandingkan saat pelaksanaan pemungutan suara sebelumnya, sehingga tidak ada kendala berarti dalam format tersebut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *