Jakarta, Beritasatu.com – Pasar saham Asia melemah pada Selasa (20/11/2024) di tengah meningkatnya kekhawatiran atas eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina, meski indeks utama Wall Street menunjukkan penguatan.
Read More : Strategi BYD di Eropa: Bangun 2 Pabrik dan Kantor Pusat
Menurut AP, Ukraina meluncurkan rudal jarak jauh yang dipasok Amerika ke wilayah Rusia. Ini adalah penggunaan pertama senjata ini dalam hampir 1.000 hari perang. Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin meremehkan kemungkinan penggunaan senjata nuklir, sehingga meningkatkan ketegangan di seluruh dunia.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,5% menjadi 38.242,35. Penurunan tersebut terjadi setelah laporan Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa defisit perdagangan Jepang terus berlanjut selama empat bulan berturut-turut pada Oktober 2024. Meskipun ekspor naik 3,1% dibandingkan tahun lalu, lemahnya yen dan tingginya harga energi terus membebani ekspor.
Hang Seng Hong Kong juga melemah 0,1% menjadi 19,641.05, sedangkan Shanghai Composite naik 0,6% menjadi 3,364.54.
Di tempat lain, S&P/ASX 200 Australia turun 0,5% menjadi 8.330,70, sedangkan Kospi Korea Selatan naik 0,7% menjadi 2.488,83.
Read More : Suami Najwa Shihab Dimakamkan di TPU Jeruk Purut
Sehari sebelumnya, S&P 500 naik 0,4% menjadi 5.916,98. Nasdaq Composite juga berhasil pulih dengan naik 1% menjadi 18,987.47. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 0,3% menjadi 43.268,94.
Nvidia mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,9%. Sahamnya naik hampir 197% tahun ini, didorong oleh minat yang kuat terhadap teknologi kecerdasan buatan.