Bekasi, Beitasatu.com – Bekasi adalah komitmen terendah untuk pemilihan 2024 di Java West Java, yang hanya 55,05% pemilih yang berpartisipasi. Data tersebut dinyatakan oleh Komite Pemilihan Umum (KPU) di Pulau Jawa Barat.
Read More : Gunung Bromo Viral Lagi, Wisatawan Padati Area Sunrise
Komisaris KPU, Eliran Sarah menjelaskan bahwa partainya telah melakukan lebih banyak upaya untuk meningkatkan masyarakat sebelum pemilihan. Menurutnya, pilihan pemilih yang lebih rendah bukan karena kurangnya informasi atau sosialisme, tetapi kebosanan rantai.
“Kami telah bekerja di masyarakat,” katanya Senin. Pemilihan dalam Pemilihan 2024.
Eli juga mengatakan bahwa banyak warga bosan dengan pertemuan itu, yang juga merupakan pertemuan dengan pemilihan pada tahun 2024, yang berlangsung satu bulan setelah satu bulan setelah pemilihan presiden dan pemilihan hukum. Durasi 2024 di kancah Palkada pada tahun 2024, yang merupakan ringkasan, juga merupakan faktor dalam penurunan partisipasi pemilih kota Bekasi.
Tentu saja, kesenjangan ini harus disunat karena insiden presiden adalah hari Minggu, 20 Oktober 2024. Dia menyimpulkan.
Read More : Modus Guru Ngaji Cabuli Murid di Tangerang, Polisi: Mengaku Dapat Mimpi
Berdasarkan data dari KPU Java Barat, Bekasi telah menjadi area keterlibatan pemilih terendah, kemudian perusahaan Bekasi Regency 66,75%. Sebaliknya, Regence Pangandaran mencatat partisipasi tertinggi 78,42%.