Paris, Beritasatu.com – Panitia penyelenggara Olimpiade Paris 2024 melakukan kesalahan dengan salah memainkan lagu kebangsaan Sudan Selatan pada pertandingan bola basket dan salah mengibarkan bendera Argentina pada pertandingan renang.

Read More : Sufmi Dasco Ahmad: 100 Hari Kerja Pemerintahan Presiden Prabowo on The Track

Pada malam tanggal 28 Juli 2025, tim bola basket Sudan Selatan mengalahkan Puerto Rico 90-79 di grup C. Sebelum kemenangan tersebut, pihak penyelenggara salah memainkan lagu kebangsaan negara tetangga Sudan, dan langsung meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Sudan Selatan memperoleh kemerdekaan dari Sudan setelah referendum pada tahun 2011. Namun perselisihan mengenai perbatasan, sumber daya alam, dan kekuatan politik dapat menyebabkan konflik bersenjata antara kedua negara.

Lagu kebangsaan palsu dihentikan setelah 20 detik. Para atlet Sudan Selatan pada awalnya merasa bingung, dan para penggemar di sasana Pierre Mauroy mulai mencemoohnya.

Mereka senang melihat para atlet menundukkan kepala, meletakkan tangan di dada kiri, dan menunggu masalah terselesaikan. Tentara Puerto Rico juga menunjukkan solidaritasnya.

Setelah sekitar tiga menit, lagu kebangsaan dimainkan untuk mendapatkan sorak-sorai dari para penggemar. Pada akhirnya, para pemain Sudan Selatan saling berpelukan dan memasuki permainan.

โ€œMereka memainkan lagu kebangsaan yang salah, namun para pemain menyanyikannya dengan benar,โ€ kata pelatih Sudan Selatan asal Amerika Royal Ivy kepada The Associated Press.

Read More : Program MBG di Makassar Meluas, Siswa SD Inpres Tamamaung 2 Semringah

“Kita semua terkadang melakukan kesalahan. Tentu saja, saya harus mengatakan itu. Namun pada akhirnya, semua pemain adalah saudara,” ujarnya.

Sebelumnya, di babak semifinal gaya dada 100m putri, saat Macarena Ceballos tersingkir saat perkenalan, papan elektronik di belakangnya tiba-tiba menunjukkan bendera Tiongkok, bukan Argentina. Meski tidak ada pemain Tiongkok yang bertanding, Ceballos menoleh ke belakang dan tersenyum.

Video kesalahan tersebut dengan cepat menyebar di Internet dan membuat marah Argentina. Netizen mengomentari akun X: “Perlakuan mereka terhadap atlet Argentina di Olimpiade 2024 sungguh memalukan.”

Menanggapi kedua kejadian tersebut, panitia penyelenggara Olimpiade Paris 2024 meminta maaf atas kejadian tersebut pada upacara pembukaan pada 26 Juli lalu. Pertama, MC mengumumkan nama tim olahraga Korea sebagai Korea Utara. Setelah itu, ketika beberapa acara perdana dituding menghina agama dan melanggar batasan moral, pihak penyelenggara terus meminta maaf hingga menimbulkan gelombang kritik pedas.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *